Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

(V)' day......koq dirayakan???...

Sekedar berbagi apa yang sudah dibaca semoga ini bermanfaat bagi semua...

SEJARAH V'day

Perayaan Kesuburan bulan Februari
Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Hari Raya Gereja
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908)[2], nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
seorang pastur di Roma
seorang uskup Interamna (modern Terni)
seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus.[3] Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Valentinius
Guru ilmu Gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan".

V'day Era abad pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa
For this was sent on Seynt Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus")
When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya")
Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London.[4] Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (orang suci dalam ajaran Katolik), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis, "Dari Valentinusmu".
Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Mudah2an... anak2 kita makin mengerti untuk menyikapi sesuatu peristiwa yg sebenarnya tidak perlu dirayakan dengan belajar dari sejarah peristiwa itu timbul, dan tidak sekedar ikut-ikutan...Wallahualam bissawab (sumber:Wikipedia)Bagikan

Selasa, 27 September 2011

Cup Cakes,...ada apa denganmu...???


Akhir2 ini anakku yg paling besar lagi tergila gila dengan kue yang satu ini...Bentuknya mungil dan sekarang banyak hiasannya....ada yang bertema kartun, bunga,...abstrak dan segala macam...pokoknya kue yg asalnya dari negeri seberang itu mulai menjadi icon dikalangan teman2 anakku di SMAnya...maklum anak ABG ( apa yg lg tren,...pasti ikut sampai soal rasa dilidah...) heran aku...!!!

Padahal kue ini dari jaman aku kecil2 dulu udah ada...cuma masih berhias minimalis alias tidak dihias...Sekarang satu buah aja harganya mahal...ya itu tadi karena pernik2 hiasannya...

Berhubung lagi doyan2nya bereksperimen di dapur, begitu anakku minta dibuatkan kue itu akupun langsung mengiyakan dengan catatan harus dibantuin...!!!

Kami lalu sibuk mencari2 hiasan apa yg bakal dijadikan toppingnya...karena alat terbatas dan bahan yg ada cuma coklat blok akhirnya jadilah kue tersebut ala kadarnya...dgn topping serba coklat

Eh...begitu selesai teman2 anakku datang dan begitu melihat langsung berkata...eh..tante kuenya bagus...lucu...maulah besok pesan cupcakesnya ya...!!(wah agak bangga juga,...alias narsis.com)...he..he...

Akhirnya tiga hari berturut turut cupcakes terus...(aku sendiri sampe bosan)...
O,...cupcakes....(sst...!! order pertama dah terima fulusnya...)Bagikan

Minggu, 17 April 2011

OO...Gedung DPR....


Kenapa harus memikirkan gedung DPR dulu..?...apa gedung yang lama itu sudah tidak layak lagi ditempati?...Kenapa bukan memikirkan rakyat yang semakin hari semakin susah untuk makan...susah mau sekolah...susah mencari tempat tinggal?? Kenapa?? Kenapa para wakil rakyat yang terhormat itu sibuk dengan urusan gedung? Kalaupun dana untuk membangun gedung tersedia, kenapa dana itu tidak dimanfaatkan separohnya, dihibahkan untuk mensejahterakan rakyat yg diwakilinya di DPR? Para wakil rakyat di pusat sudah bosan dengan kenikmatan...buktinya mereka digaji oleh rakyat dengan gaji yang lebih dari cukup, rumah mereka juga bagus,...apa bisa mereka merasakan penderitaan rakyat yang kedinginan tidur di emperan dan jalanan kalau begitu keluar dari rumahnya yang mewah masuk ke kantor DPR dengan gedung yang mewah juga???...

Kenapa gedung DPR itu tidak direnovasi aja?? mana yang rusak diperbaiki, khan biayanya juga murah...tidak sampai trilyunan gitu...!! memangnya rakyat yang membayar pajak itu gampang menyisihkan uangnya untuk membayar pajak?? memangnya uang rakyat itu cuma untuk menyenang-nyenangkan wakil rakyat saja??

Coba lihat di televisi berapa orang sih yang betul2 mengikuti rapat paripurna atau rapat apalah...??? selebihnya kalau tidak ngobrol...main HP,...plus tidur..!!! Masak gedung mewah harus dibangun hanya untuk orang2 itu??

Umar bin Khattab ra aja takut menerima gajinya yang rendah itu karena merasa apa yang diperbuatnya untuk rakyatnya tidak sebanding dengan gaji yang diterimanya...sampai2 dia harus menggendong sendiri bahan makanan untuk rakyatnya yang kelaparan...

Abu Bakar Siddiq ra...sampai tidak bisa membeli baju karena gajinya yang sedikit sementara hartanya pribadi habis untuk disumbangkan buat rakyatnya....

Ini belum apa apa anggota DPR yang terhormat sanggup ingin membangun gedung mewah sementara disekelilingnya rakyat miskin menderita??...Kemana hati nuranimu??...

Tolong Bapak2 dan Ibu2 anggota DPR yang terhormat gedung itu jangan dibangun tapi direnovasi saja...!!

Sebagian anggarannya kalian relakan untuk dihibahkan bagi rakyat yang tidak mampu....tolonglah rakyatmu...

Ingatlah bahwa semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt... Semoga para anggota DPR yang terhormat dibukakan hatinya untuk membela rakyat yang diwakilinya...
Maafkan jika ada kekhilafan kata...Ini adalah jeritan hati seorang ibu rumah tangga yang melihat televisi dan yang merasakan penderitaan masyarakat sekitarnya...
Sekali lagi jangan dibangun gedung baru...tapi direnovasi/diperbaiki saja mana yang rusak...!!

Wallahu alam bissawab...
Bagikan

Senin, 11 Januari 2010

Mulailah dari yang Kecil

Terinspirasi waktu pergi ke Ramayana mall jadinya kepingin berbagi pengalaman tidak enak ini ke teman2 semua. Bayangkan,...semua khan tahu kalau kota tempat tinggal saya cuma kotamadya kecil yang memiliki satu2nya tempat belanja yang sedikit nyaman. Itupun baru ada sekitar 3 tahun belakangan ini. Kebayang khan bagi teman2 yang tinggal di kota metro lainnya?. Nah karena setiap Sabtu dan Minggu di mall itu ada discount 9 bahan pokok tentu saya memilih belanja di hari itu. Tepatnya hari Minggu. Mall buka jam 10.00 pagi, dan dengan semangat 45 saya sudah bersiap-siap pergi ke sana setelah tentunya menyiapkan si baby saya yang 8 bulan itu. Mandiin, kasi bubur dan susu kemudian saya titipkan ke kakaknya yang SMA yg setiap Sabtu sore pulang, untuk dijagain.(maklum kakaknya udah kost). Dengan membawa catatan yang mau dibeli berangkatlah saya dengan singgah sebentar di toserba untuk membeli susu bayi yang tidak dijual di mall itu..

Begitu sampai di perempatan jalan S.S.Kasim eh,...kena lampu merah. Mobil yang tepat di belakang saya mulai membunyikan klakson, tee...ett!! saya terkejut soalnya kaca mobil dibuka( menghemat BBM. he..he...he..) pasti mobil yang di belakang itu sopirnya sopir Medan, (sopir sudaco mungkin,..)soalnya kalo sopir di kota Dumai baik2 semua (padahal awak juga orang Medan). Padahal biar klakson itu bunyi sampai habis batre lampu nggak bakalan berubah jadi hijau. Benar2 sport jantung mendengarnya.

Begitu lampu hijau saya lalu tancap ke Ramayana. Sampai di sana wah,...Ramayana ramai sekali ya,...soalnya hari libur. Saya lalu ke supermarketnya membeli kebutuhan dapur plus buah. Alhamdulillah kelar, tinggal bayar ke kasirnya. Saya lalu antri dengan tertib dibarisan menunggu giliran membayar.eh, tiba2 ada seorang bapak-bapak tinggi besar berdiri di depan saya dengan belanjaannya yang banyak. Saya tegur supaya antri di belakang, eh ...dia malah melotot. Akhirnya saya cuma berusaha berfikir positif mungkin dia pembantu rumah tangga yang lagi disuruh belanja dan harus pulang cepat jagain anak majikannya. Saya lalu senyum2 sendiri membayangkannya.

Selesai membayar saya lalu ke lantai atas untuk membeli titipan anak saya singlet dan mini shirt. Saya lalu cepat2 ke eskalator karena harus buru2 pulang nanti si kecil nangis kelamaan ditinggal.Begitu berada di eskalator, seorang ibu berdiri di tengah-tengah tangga. Mau lewat dari kiri, ibu itu lagi gendong anak. Mau lewat dari kanan ibu itu lagi membawa bungkusan besar. Akhirnya saya berkata, saya mau lewat bu,...eh ibu itu malah ngeloyor jalan karena kami udah sampai di lantai atas.Heh...!!

Saya lalu menuju box tempat menjual singlet dan mini shirt,soalnya di box ada potongan harganya. Eh, lagi-lagi saya harus menarik nafas karena bingung mencari ukuran S,M,L karena isi keranjang sudah jungkir balik di acak-acak pengunjung. Sementara gadis penjaganya sibuk menyusun kembali. Akhirnya sambil dibantuin penjaganya dapat juga barang yang dicari. Saya lalu membayar ke kasir dengan lancar
dan turun dari eskalator dengan lancar juga.

Terkadang, hal-hal kecil seperti menunggu di traffic light, atau ketika menunggu antrian di kasir, atau menaiki eskalator bisa membuat orang lain merasa tergannggu dan tidak nyaman tanpa kita sadari. Alangkah baiknya jika kita berdiri ditepi tangga sehingga orang lain bisa leluasa lewat tanpa terhalang karena kita menguasai eskalator dengan berdiri tepat di trengahnya. Hal-hal yang kecil ini mulai sekarang seharusnya kita rubah dari yang negatif menjadi positif. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi kita untuk berbuat lebih baik lagi walaupun dari hal-hal kecil yang nampaknya sepele. Bukankah yang besar selalu dimulai dari yang kecil?

Semoga bermanfaat ya,...???Wallahualam bissawab....

Jumat, 20 November 2009

Bulan kedua belas Dzulhijjah dan Amalan didalamnya

Allah menjadikan alam dan makhluk didalamnya penuh dengan hikmah kejadian. Dunia ini sempurna diciptakannya dan manusia berkewajiban memelihara dan mengelolanya. Karena itu Allah lebih memuliakan manusia sebagai ciptaan-Nya di antara ciptaan-Nya yang lain. Allah telah memberikan masa, waktu, sehingga manusia dapat mengatur dirinya sendiri. Manusia kemudian membagi waktu tersebut antara siang dan malam dengan membuat hitungan jam, hari, bulan dan tahun. Dalam Islam ada 12 bulan dalam setahun yang setiap bulannya terdapat 29 atau 30 hari yang disebut tahun hijriah. Tiap bulan ada peristiwa yang terjadi dan amalan yang dilakukan, baik wajib seperti puasa di bulan Ramadhan (bulan ke 9), maupun amalan sunat seperti puasa enam di bulan syawal atau yang lain.

Dalam hal ini sehubungan dengan masuknya kita dalam bulan Dzulhijjah, ada beberapa halyang dapat kita lakukan sehubungan dengan amalan yang dapat kita kerjakan di bulan ini sebagai tanda dan ungkapan syukur kita kepada Allah swt, di antaranya melaksanakan ibadah haji, qurban, 'idul adha, maupun puasa sunat.

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah

1.Dalam surat al-Fajr (Q.S.89:1-2)Allah berfirman: "Demi fajar"(1) , "demi malam yang sepuluh" (2). Ahli tafsir menafsirkan malam yang sepuluh tersebut antara lain: Malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram, termasuk di dalamnya hari As-Syura, adapula yang mengatakan sepuluh malam pertama di bulan Dzulhijjah(Al-Imam Ibn. Katsir rahimahullah diriwayatkan oleh Imam Bukhari) 2. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجلٌ خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء.

“Tidak ada hari-hari di mana amalan shalih yang dikerjakan di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini. Para shahabat bertanya: Termasuk pula jihad fi sabilillah? Beliau bersabda: Ya, termasuk pula jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali darinya sedikit pun.” (HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, At-Tirmidzi. Lafazh ini adalah lafazh Abu Dawud)

3. Allah ta’ala berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ.

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (Al Hajj: 28)

Ibnu ‘Abbas berkata: “(Yakni) sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” (Tafsir Ibni Katsir).

4. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من أيام أعظم عند الله سبحانه ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر؛ فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد.

“Tidak ada hari yang lebih agung dan lebih dicintai di sisi Allah subhanahu wata’ala jika amalan shalih dikerjakan di dalamnya daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut.” (HR. Ahmad)

5. Sa’id bin Jubair rahimahullah -dan beliau yang meriwayatkan hadits Ibnu ‘Abbas (poin no. 2) di atas- ketika telah memasuki sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh untuk beribadah sampai-sampai hampir beliau tidak mampu untuk mengerjakannya. (HR. Ad-Darimi)

6. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata: “Dan yang tampak dari sebab diistimewakannya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah karena waktu tersebut merupakan tempat berkumpulnya (dan ditunaikannya) induk dari berbagai macam ibadah, yaitu shalat, puasa, shadaqah, dan haji. Itu semua tidak terjadi pada waktu yang lain.”

Amalan Yang Disunnahkan

Untuk Dikerjakan Pada 10 Hari Pertama Dzulhijjah

1. Shalat

Disunnahkan untuk bersegera menunaikan (shalat) fardhu dan memperbanyak yang sunnah, karena ini adalah termasuk amalan yang paling afdhal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shahabat Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عليك بكثرة السجود لله، فإنك لا تسجد لله سجدة إلا رفعك الله بها درجة، وحطَّ عنك بها خطيئة.

“Wajib atas kamu untuk memperbanyak sujud kepada Allah, karena seseunnguhnya tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja melainkan Allah akan mengangkat satu derajatmu dan Allah akan menghapus satu kesalahan darimu.” (HR. Muslim).

Dan ini (bersujud) mencakup semua waktu, kapan pun dilaksanakan.

2. Puasa

Karena puasa termasuk dalam keumuman amal shalih (yang disunnahkan untuk diperbanyak pada hari-hari itu). Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata:

كان رسول الله يصوم تسع ذي الحجة، ويوم عاشوراء، وثلاثة أيام من كل شهر.

“Dahulu Rasulullah berpuasa pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah, dan hari ‘asyura’ (tanggal sepuluh Muharram), dan tiga hari pada setiap bulannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An Nasa’i).

Al-Imam An-Nawawi mengatakan tentang puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bahwa itu adalah amalan yang sangat disenangi (disunnahkan).

3. Takbir, Tahlil, Tahmid

Berdasarkan hadits dari Ibnu ‘Umar yang telah disebutkan di atas:

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد.

“Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut.”

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: “Ðahulu Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan bertakbir, kemudian orang-orang pun juga ikut bertakbir ketika mendengar takbir keduanya.”

Beliau (Al-Imam Al-Bukhari) juga berkata: “Dan ‘Umar dahulu bertakbir di kubahnya di Mina, maka kemudian orang-orang yang berada di dalam masjid mendengarnya dan mereka pun ikut bertakbir, dan orang-orang yang berada di pasar pun juga ikut bertakbir sampai-sampai Mina bergetar disebabkan suara takbir mereka.”

Dan Ibnu ‘Umar dahulu bertakbir di Mina pada hari-hari tersebut, dan juga bertakbir setiap selesai mengerjakan shalat, bertakbir ketika berada di atas ranjangnya, di dalam kemahnya, di majelisnya, dan di setiap perjalanannya pada hari-hari tersebut.

Dan disenangi (disunnahkan) untuk mengeraskan bacaan takbir sebagaimana yang dilakukan Umar, anaknya (yakni Ibnu ‘Umar), dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum.

Sudah sepantasnya bagi kita kaum muslimin untuk menghidupkan kembali sunnah tersebut yang sudah hilang pada zaman ini dan hampir dilupakan bahkan oleh ahlu ash shalah wal khair (orang-orang yang memiliki kebaikan dan keutamaan) sekalipun. Dan yang memprihatinkan adalah apa yang terjadi sekarang justru menyelisihi amaliyah yang biasa dilakukan as salafush shalih.

Lafazh Takbir

Ada tiga lafazh,

Pertama :

الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر كبيراً.

Kedua :

الله أكبر. الله أكبر. لا إله إلا الله. والله أكبر. الله أكبر ولله الحمد.

Ketiga :

الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر. لا إله إلا الله. والله أكبر. الله أكبر. الله أكبر ولله الحمد.

4. Puasa hari Arafah

Puasa pada hari Arafah sangat ditekankan berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang puasa hari Arafah:

أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده.

“Aku berharap kepada Allah untuk menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.” (HR. Muslim).

Beliau juga bersabda ketika ditanya tentang puasa ‘Arafah :

يكفر السنة الماضية والباقية

“(Puasa Arafah tersebut) menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim)

Akan tetapi barangsiapa yang berada di Arafah -yakni sedang beribadah haji-, maka tidak disunnahkan baginya berpuasa karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan wuquf di Arafah dalam keadaan berbuka (tidak berpuasa).

Keutamaan Hari Nahr [1]

Kebanyakan kaum muslimin melalaikan hari ini, kebanyakan kaum mukminin pun lalai dari kemuliaan dan keutamaannya yang sangat besar, banyak, dan melimpah pada hari tersebut. Demikianlah, padahal sebagian ‘ulama berpendapat bahwa hari itu adalah hari yang paling afdhal (utama) dalam setahun secara mutlak termasuk juga (lebih afdhal daripada) hari Arafah.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Sebaik-baik hari di sisi Allah adalah hari Nahr, dan dia adalah hari Haji Akbar.”

Sebagaimana yang disebutkan dalam Sunan Abi Dawud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

إن أعظم الأيام عند الله يوم النحر، ثم يوم القرِّ.

“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr, kemudian hari Al Qarr.”

Hari Al Qarr adalah hari ketika berada di Mina, yaitu hari ke-11 (bulan Dzulhijjah).

Pendapat lain mengatakan bahwa hari Arafah afdhal (lebih utama) daripada hari Nahr, karena puasa yang dikerjakan pada hari itu akan menghapus kesalahan yang dilakukan selama dua tahun (setahun sebelumnya dan setahun setelahnya), dan tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari Neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah, dan juga karena Allah subhanahu wata’ala akan mendekat kepada hamba-hamba-Nya pada hari itu kemudian Allah akan membanggakan orang-orang yang wuquf di hadapan para malaikat.

Yang benar adalah pendapat pertama, karena hadits yang menunjukkan hal tersebut tidak ada satu dalil pun yang menyelisihinya.

Sama saja apakah yang afdhal (lebih utama) itu hari Nahr atau hari Arafah, maka setiap muslim hendaknya bersemangat, baik dia sedang berhaji maupun sedang mukim (tidak berhaji) untuk meraih keutamaannya dan memanfaatkan kesempatan pada hari itu (untuk banyak melakukan amalan kebajikan).

Bagaimana Menyambut Musim (masa-masa) yang Penuh Kebaikan?

1. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk menyambut setiap musim (masa-masa) yang penuh kebaikan dengan taubat yang jujur dan sebenar-benarnya, dengan meninggalkan segala bentuk perbuatan dosa dan maksiat karena sesungguhnya dosa-dosa itu akan menyebabkan seseorang diharamkan dari keutamaan Rabbnya dan akan menghalangi hati dari Penolongnya (Allah ta’ala).

2. Demikian pula hendaknya musim (masa-masa) yang penuh kebaikan itu disambut dengan tekad yang jujur dan kesungguhan untuk memanfaatkan masa tersebut dengan menjalankan amalan yang bisa mendatangkan ridha Allah ‘Azza wa Jalla. Barangsiapa yang jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkannya.

وَالَّذِينَ جَاهَدُواْ فِينَا لَنَهدِيَنَّهُمّ سُبُلَنَا.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. (Al-’Ankabut: 69)

Wahai saudaraku muslim, bersemangatlah untuk memanfaatkan kesempatan ini sebelum lewat darimu, yang akan menyebabkan kamu menyesal, tidak ada waktu untuk menyesal. Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepadaku dan kepada kamu untuk bisa memanfaatkan musim (masa-masa) yang penuh kebaikan ini, dan kami memohon kepada-Nya pertolongan agar bisa menjalankan ketaatan dan bagusnya ibadah kepada-Nya pada masa tersebut.

Sekelumit Hukum-Hukum terkait dengan Al-Udh-hiyah (Qurban) dan Pensyari’atannya

Al-Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari-hari Adh-ha disebabkan adanya ‘Id (Hari Raya), dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wajalla.

Amalan ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang disyari’atkan dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, dan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.

Adapun dalam Kitabullah, Allah ta’ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ.

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berqurbanlah.” (Al-Kautsar: 2)

Dan firman-Nya:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ.

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (Al-An’am: 162-163)

Waktu Pelaksanaan Al-Udh-hiyah

Al-Udh-hiyah adalah ibadah yang tertentu waktunya, bagaimanapun kondisinya tidak boleh dilaksanakan sebelum waktunya, dan tidak boleh pula dilaksanakan setelah keluar dari waktunya, kecuali jika mengakhirkannya dalam rangka mengqadha’ disebabkan ‘udzur tertentu.

Awal waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat ‘Id bagi yang mengerjakan shalat ‘Id, seperti orang-orang yang tinggal di daerahnya (tidak dalam keadaan safar). Atau juga dilaksanakan setelah ada kesempatan bagi orang-orang yang tidak mengerjakan shalat ‘Id, seperti musafir dan penduduk yang tinggal di pedalaman (Badui).

Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat (’Id) maka hewan yang disembelih tadi adalah hewan sembelihan biasa, bukan termasuk Udh-hiyah dan wajib untuk menyembelih lagi dengan tata cara yang sama setelah shalat sebagai penggantinya, hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من ذبح قبل الصلاة فإنما هو لحم قدمه لأهله ، وليس من النسك في شيء.

“Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya itu hanya daging sembelihan biasa yang disuguhkan untuk keluarganya saja, dan bukan termasuk nusuk (sembelihan qurban) sedikitpun.” (Ahmad dan Ibnu Majah)

Dan diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ومن ذبح بعد الصلاة فقد تم نسكه ، وأصاب سنة المسلمين.

“Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat, maka sempurnalah nusuk (ibadah qurban)nya dan mencocoki sunnah kaum muslimin.”

Jenis (Keadaan) Hewan Yang Layak dan Memenuhi Kriteria Untuk Dijadikan Hewan Qurban

Hewan yang dijadikan qurban adalah dari jenis hewan ternak saja, berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34).

Hewan ternak yang dimaksud di sini adalah unta, sapi, kambing baik dari jenis dha’n (domba) maupun ma’z (kambing jawa). Demikain yang dinyatakan Ibnu Katsir, dan beliau berkata: “Ini adalah pendapat Al-Hasan, Qatadah, dan yang lainnya. Ibnu Jarir berkata: Demikian juga jenis seperti inilah yang dimaksud di kalangan orang Arab.” -selesai penukilan-.

Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لا تذبحوا إلا مسنة إلا أن تعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن.

“Janganlah kalian menyembelih (hewan qurban) kecuali musinnah. Kecuali jika kalian kesulitan mendapatkannya, maka dibolehkan bagi kalian untuk menyembelih jadza’ah (yang berumur muda) dari jenis dha’n.” (HR. Muslim)

Musinnah adalah Tsaniyah. Tsaniyah pada Unta adalah unta yang genap berumur lima tahun. Tsaniyah pada Sapi adalah sapi yang genap berumur dua tahun. Tsaniyah pada Kambing (baik dari jenis dha’n maupun ma’z) adalah yang genap berumur satu tahun.

Adapun jadza’ dari jenis dha’n adalah yang genap berumur setengah tahun.

Dan juga karena Udh-hiyah adalah merupakan ibadah sebagaimana Hadyu (sesembelihan yang dilakukan jama’ah haji), sehingga amalan ini tidak disyari’atkan kecuali dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak pernah dinukilkan dari beliau bahwa beliau menyembelih untuk hadyu maupun qurban dari selain unta, sapi, dan kambing.

Demikianlah beberapa amalan dan peristiwa penting yang terdapat di bulan Dzulhijjah ini semoga kita dapat melaksanakannya sebagai ungkapan cinta kita kepada Allah swt. Semoga Allah mengampuni setiap kesalahan kita. Amin ya Rabbal 'Alamin. Wallahu'alam bissawab.
dikutip dari beberapa sumber:(Syaamil Al Qur'an, muslim.or.id, situs ma'had as salafy dan berbagai sumber)

Kamis, 03 September 2009

OPERASI PLASTIK UNTUK LEBIH CANTIK(Bolehkah?)

Seorang ibu merasa tubuhnya jelek dan tidak sempurna, dia merasa hidungnya kurang mancung, kulitnya kurang putih, dan (maaf)dadanya terlalu rata, sehingga dia terfikir untuk melakukan perombakan besar-besaran terhadap tubuhnya. Maklum karena sang suami banyak uangnya dan dia harus terlihat lebih cantik dari aslinya, maka dia berniat untuk melakukan operasi plastik. Apakah dalam Islam operasi plastik diperbolehkan? dalam uraian di bawah ini ustadz Muhammad Shiddiq Al Jawi menerangkan sebagai berikut:

Operasi plastik (plastic surgery) atau dalam bahasa Arab disebut jirahah at-tajmil adalah operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak, atau untuk memperbaiki fungsinya, ketika anggota tubuh itu berkurang, hilang/lepas, atau rusak. (Al-Mausu’ah at-Thibbiyah al-Haditsah, 3/454).
Hukum operasi plastik ada yang mubah dan ada yang haram. Operasi plastik yang mubah adalah yang bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak lahir (al-'uyub al-khalqiyyah) seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian (al-'uyub al-thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 183; Fahad bin Abdullah Al-Hazmi, Al-Wajiz fi Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 12; Hani` al-Jubair, Al-Dhawabith al-Syar'iyyah li al-'Amaliyyat al-Tajmiiliyyah, hal. 11; Walid bin Rasyid as-Sa'idan, Al-Qawa'id al-Syar'iyah fi al-Masa`il Al-Thibbiyyah, hal. 59).
Operasi plastik untuk memperbaiki cacat yang demikian ini hukumnya adalah mubah, berdasarkan keumuman dalil yang menganjurkan untuk berobat (al-tadawiy). Nabi SAW bersabda,"Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah menurunkan pula obatnya." (HR Bukhari, no.5246). Nabi SAW bersabda pula,"Wahai hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan satu penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya." (HR Tirmidzi, no.1961).
Adapun operasi plastik yang diharamkan, adalah yang bertujuan semata untuk mempercantik atau memperindah wajah atau tubuh, tanpa ada hajat untuk pengobatan atau memperbaiki suatu cacat. Contohnya, operasi untuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah, dan sebagainya.
Dalil keharamannya firman Allah SWT (artinya) : "dan akan aku (syaithan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". (QS An-Nisaa` : 119). Ayat ini datang sebagai kecaman (dzamm) atas perbuatan syaitan yang selalu mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, di antaranya adalah mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah). Operasi plastik untuk mempercantik diri termasuk dalam pengertian mengubah ciptaan Allah, maka hukumnya haram. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 194).
Selain itu, terdapat hadis Nabi SAW yang melaknat perempuan yang merenggangkan gigi untuk kecantikan (al-mutafallijat lil husni). (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini terdapat illat keharamannya, yaitu karena untuk mempercantik diri (lil husni). (M. Utsman Syabir, Ahkam Jirahah At-Tajmil fi Al-Fiqh Al-Islami, hal. 37). Imam Nawawi berkata,"Dalam hadis ini ada isyarat bahwa yang haram adalah yang dilakukan untuk mencari kecantikan. Adapun kalau itu diperlukan untuk pengobatan atau karena cacat pada gigi, maka tidak apa-apa." (Imam Nawawi, Syarah Muslim, 7/241). Maka dari itu, operasi plastik untuk mempercantik diri hukumnya adalah haram. Wallahu a'lam bissawab

Jakarta, 19 Juli 2009
Muhammad Shiddiq Al-Jawi

JILBAB & KERUDUNG( Apakah Serupa?)

para wanita muslim sekalian, ini ada kutipan yang saya temukan disalah satu website,dimana ada pertanyaan tentang apakah jilbab sama dengan kerudung? yang kata-katanya begini: "Ustadz,apakah jilbab sama dengan kerudung?"
Ulasan:
Memang dalam pembicaraan sehari-hari umumnya masyarakat menganggap jilbab sama dengan kerudung. Anggapan ini kurang tepat. Jilbab tak sama dengan kerudung. Jilbab adalah busana bagian bawah (al-libas al-adna) berupa jubah, yaitu baju longgar terusan yang dipakai di atas baju rumahan (semisal daster). Sedang kerudung merupakan busana bagian atas (al-libas al-a’la) yaitu penutup kepala. (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al-Fuqaha`, hal. 124 & 151; Ibrahim Anis dkk, Al-Mu’jam Al-Wasith, 2/279 & 529).

Jilbab dan kerudung merupakan kewajiban atas perempuan muslimah yang ditunjukkan oleh dua ayat Al-Qur`an yang berbeda. Kewajiban jilbab dasarnya surah Al-Ahzab ayat 59, sedang kewajiban kerudung (khimar) dasarnya adalah surah An-Nur ayat 31.

Mengenai jilbab, Allah SWT berfirman (artinya),”Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min,’Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ (QS Al-Ahzab : 59). Dalam ayat ini terdapat kata jalabib yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata jilbab. Memang para mufassir berbeda pendapat mengenai arti jilbab ini. Imam Syaukani dalam Fathul Qadir (6/79), misalnya, menjelaskan beberapa penafsiran tentang jilbab. Imam Syaukani sendiri berpendapat jilbab adalah baju yang lebih besar daripada kerudung, dengan mengutip pendapat Al-Jauhari pengarang kamus Ash-Shihaah, bahwa jilbab adalah baju panjang dan longgar (milhafah). Ada yang berpendapat jilbab adalah semacam cadar (al-qinaa’), atau baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan (ats-tsaub alladzi yasturu jami’a badan al-mar`ah). Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (14/243), dari berbagai pendapat tersebut, yang sahih adalah pendapat terakhir, yakni jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan.

Walhasil, jilbab itu bukanlah kerudung, melainkan baju panjang dan longgar (milhafah) atau baju kurung (mula`ah) yang dipakai menutupi seluruh tubuh di atas baju rumahan. Jilbab wajib diulurkan sampai bawah (bukan baju potongan), sebab hanya dengan cara inilah dapat diamalkan firman Allah (artinya) “mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Dengan baju potongan, berarti jilbab hanya menutupi sebagian tubuh, bukan seluruh tubuh. (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Ijtima’i fil Islam, hal. 45-46).

Jilbab ini merupakan busana yang wajib dipakai dalam kehidupan umum, seperti di jalan atau pasar. Adapun dalam kehidupan khusus, seperti dalam rumah, jilbab tidaklah wajib. Yang wajib adalah perempuan itu menutup auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, kecuali kepada suami atau para mahramnya (lihat QS An-Nur : 31).

Sedangkan kerudung, yang bahasa Arabnya adalah khimar, Allah SWT berfirman (artinya),”…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” (QS An-Nur : 31). Dalam ayat ini, terdapat kata khumur, yang merupakan bentuk jamak (plural) dari khimaar. Arti khimaar adalah kerudung, yaitu apa-apa yang dapat menutupi kepala (maa yughaththa bihi ar-ra`su). (Tafsir Ath-Thabari, 19/159; Ibnu Katsir, 6/46; Ibnul ‘Arabi, Ahkamul Qur`an, 6/65 ).

Kesimpulannya, jilbab bukanlah kerudung, melainkan baju jubah bagi perempuan yang wajib dipakai dalam kehidupan publik. Karena itu, anggapan bahwa jilbab sama dengan kerudung merupakan salah kaprah yang seharusnya diluruskan. Wallahu a’lam bissawab

Jakarta, 6 Juli 2009
Muhammad Shiddiq Al Jaw

Jumat, 21 Agustus 2009

Marhaban ya Ramadhan

Keutamaan bulan Ramadhan dan Puasa

pembaca yang budiman, insyaallah esok Ramadhan kita muslim seluruh dunia yang beriman akan menjalankan ibadah puasa sebagaimana perintah Allah dalam Q.S.Al-Baqarah:183. Orang-orang sebelum datangnya Islam juga sudah berpuasa seperti puasanya kaum Yahudi, puasanya nabi Daud, puasa kaun Nasrani, dan banyak lagi. Puasa bagi ummat Islam diwajibkan pada tahun ke 2 Hijrah di bulan Ramadhan. Ramadhan sendiri berasal dari nama sebuah bulan dari kata "ramdha", yaitu batu yang terbakar, karena pada saat orang-orang Arab meletakkan nama-nama bulan, Ramadhan tepat pada musim yang sangat panas.Banyak hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan bulan Ramadhan, antara lain Salman Al-Farisi ra. berkata, sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah dihadapan kami pada hari terakhir dari bulan Sya'ban: Wahai sekalian manusia, benar-benar telah menaungi anda sebuah bulan yang besar, di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih utama daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasanya sebagai fardhu dan berdiri beribadah shalat malam sebagai sunnah. Barang siapa yang mendekatkan diri dengan satu kebaikan di bulan itu, maka dia seperti orang yang menunaikan kewajiban dalam bulan lain. Barang siapa yang menunaikan sebuah fardhu, maka dia seperti orang yang menunaikan tujuh puluh fardhu pada bulan yang lain.
Ramadhan adalah bulan kesabaran, yang pahalanya surga, bulan pertolongan, bulan penambahan rezki seorang mukmin. Barang siapa yang memberi buka seorang yang berpuasa maka baginya sama dengan pahala memerdekakan budak yang telah terampuni dosa-dosanya. Kami berkata: Ya Rasulullah, kami tidak dapat menemukan sesuatu yang dapat digunakan untuk memberi buka orang yang berpuasa, Beliau bersabda:" Allah memberikan pahala pada orang yang memberi buka orang yang puasa walau dengan sedikit susu, seteguk air, atau sebutir kurma.
Nabi juga bersabda "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas karena Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu maupun yang akan datang".
Sabda Nabi saw:"Setiap amal anak cucu Adam adalah bagiannya, kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa itu adalah milik-Ku,dan Aku(Allah) sendiri yang akan membalasnya.
Ramadahan adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat, pertengahannya penuh ampunan dan terakhirnya pembebasan dari api neraka. Barang siapa yang memberi keringanan pada budak yang dimilikinya, maka Allah akan memerdekakannya dari neraka. Karena itu perbuatlah empat hal di bulan ini yaitu: kesaksian bahwa tiada tuhan kecuali Allah, memohon ampunan Allah, memohon surga Allah, dan memohon dilindungi dari azab neraka.

Zikir-zikir Puasa

zikir yang disunatkan dalam puasa antara lain jika ada seseorang yang mencaci atau berbuat kebodohan terhadapnya ketika sedang berpuasa disunatkan mengucapkan "Inni shooimun 2x(sesungguhnya aku sedang puasa, sesungguhnya aku sedang puasa,sebanyak dua kali)"

dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Abu Hurairah ra.
zikir(doa) ketika berbuka puasa,zikir atau doa apabila berbuka di tempat suatu kaum dimana Nabi saw. diriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Daud dengan sanad yang sahih melalui Anas ra. mengucapkan:"Afthoro 'indakumushshooimuun, wa akala tho'amakumul abrooru,wa shollat 'alaikumul malaaikah(telah berbuka pada kalian orang-orang yang puasa, dan telah memakan makanan kalian orang-orang yang bertakwa, serta para malaikat telah mendoakan kalian)"

dalam kitab Imam Turmudzi, Imam Nasai, Imam Ibnu Majah, dan lain-lainnya dengan sanad yang shahih melalui Siti Aisyah ra.menceritakan: Aku pernah bertanya,wahai Rasulullah doa apakah yang aku ucapkan bila aku menjumpai lailatul qadar? beliau menjawab "ucapkanlah, ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi menyukai sikap pemaaf, maka maafkanlah aku semua(Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni)"

disunatkan pula membaca al-quran membaca semua zikir dan doa, disunatkan kesungguhan ibadah pada siang hari sama dengan pada malam harinya

dalam melakukan i'tikaf disunatkan memperbanyak membaca alquran dan zikir-zikir lainnya.

Semoga puasa kita dan ibadah-ibadah didalamnya lebih baik dari tahun-tahun kemarin dan menjadikan kita manusia yang pandai bersyukur serta dibebaskan Allah dari azabNya, amin ya Rabbal 'alamin( wallahua'lam bissawab)
Sumber: -terjemah kitab Al Adzkaarun Nawawiyyah oleh Imam Nawawi
-terjemah menyingkap rahasia qolbu oleh Al-Ghazali

Jumat, 26 Juni 2009

KELAHIRAN ANAKKU FATHINAH



pembaca yang budiman,..
Saat anakku Fathinah lahir, 27 april 2009 melalui operasi caesar, ada beberapa hal yang harus aku dan suamiku laksanakan, antara lain: 1. mengadzankan, mengiqamatkan kalimat Allah ke telinganya. 2. berdoa dan bersyukur atas nikmat dan karunia yg diberikan Allah melalui kelahirannya. 3. tahnik(mengolesi bibirnya dengan kurma,madu) 4.mencukur rambutnya dan bersedekah sesuai berat rambutnya 5. aqiqah seekor kambing karena ia perempuan( 2 ekor utk anak laki-laki) 6.memberi nya nama yang baik. Semua itu adalah pendidikan ruhiyah yang dilakukan oleh orang tua buat anaknya. Dengan pendidikan ruhiyah yg dimulai dari: -diri sendiri, mencari jodoh, saat berumah tangga, mengandung, sampai melahirkan, akan menimbulkan kekuatan yang besar di dalam diri si anak, yaitu kekuatan penghubung antara seorang hamba(anak) kepada sang khalik(Allah) . Sedangkan pendidikan jasadiah atau kekuatan jasad sangat terbatas sesuai apa yg diketahui oleh panca indera saja. Demikian pula dengan kekuatan akal yang dibatasi oleh dimensi waktu dan tempat. Kesemua ini hanya bisa dicapai melalui pendidikan islami karena pada dasarnya anak yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah(suci). Maka orangtuanyalah yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi(H.R.Buchari wa Muslim) karenanya kita sebagai orang tua mempunyai kewajiban menanamkan pendidikan yang baik buat anak2 kita sebagai fondasi dasar yang kuat bagi mereka, agar dapat mengubah keadaan yang buruk menjadi ke arah yang lebih baik. Sesuai dengan firman Allah dalam kitabNya "sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri(Q>S>AR-Ra'du,13:11). Wallahualam bissawab,...

Selasa, 17 Februari 2009

volley ibu-ibu chevron dumai


February in My Life

Sekarang bulan Februari. Dulu waktu masih SD kita diajarkan bahwa 3 bulan ke depan adalah musim peralihan atau pancaroba. Yaitu suatu musim yang menghantarkan musim hujan ke musim panas/kemarau. Ingat, di sini , di Indonesia cuma ada 3 musim, hujan, panas dan peralihan, karenanya kata orang-orang, dan astrologi, Siapa yang dilahirkan pada bulan-bulan itu, selalu bergerak dan menyesuaikan diri dengan suasana sekitarnya. Seperti air yang selalu mengikuti arus, bergerak dari tempat yang tinggi ke bawah, membentuk wujud sesuai wadahnya, menghapus dahaga, dan tentu saja bisa marah seperti terjadinya tsunami..... sesuai dengan reaksi yang diterimanya...

Tentu saja sebagai manusia, orang-orang yang dilahirkan di bulan ini harus lebih arif dalam bertindak dan berlaku, karena bukankah kita sudah dibekali olehNya akal dan hati nurani(qalbu,iman)? tentu harus selalu menjadi penyejuk bagi orang-orang disekitarnya. Tapi apakah bisa?

tapi yakinlah.... untuk menjadi seperti itu bisa, asal...mau berusaha ke arah yang lebih baik lagi. Mungkin memulai itu sangat sulit.... tapi kita harus berusaha dan terus berusaha ke arah yang lebih baik lagi. Kita hanya boleh berusaha dan hasil dari usaha itu mutlak hanya milik-Nya... Allah yang Maha Kuasa. Amin....
( one day before my birthday).....