Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Agustus 2015

Dari Barat (Pekanbaru) Sampai ke Timur (Jayapura)

Pembaca yang budiman, saya seorang ibu rumah tangga yang menyukai travelling. Alhamdulillah beberapa kota di nusantara pernah saya kunjungi.Umumnya kota kota di Sumatera , Jawa dan Bali (walaupun belum semua). Tetapi ada satu kota yang masih membuat penasaran saya untuk bisa mengunjunginya. Kota ini menurut saya unik dan berbeda dengan kota kota yang pernah saya kunjungi, tapi memiliki sedikit kemiripan dengan kota yang saya tinggali sekarang. Mau tahu kota apakah itu? Jayapura!!!. Tentu pembaca penasaran kenapa saya tertarik kesana?Hal ini mungkin disebabkan beberapa hal antara lain, alamnya yang kata orang indah, memiliki sumber daya alam yang membantu devisa negara ,juga suku asli yang mendiami kota ini. Sebelum saya menceritakan kota Jayapura, tentu kota Pekanbaru akan saya ceritakan terlebih dahulu agar pembaca mengetahuinya.

Tahukah pembaca dimana letaknya kota Pekanbaru? Benar, Pekanbaru terletak di propinsi Riau dan merupakan ibu kota dari propinsi ini. Sebuah kota multi etnik yang menarik untuk dikunjungi, dimana terdapat bermacam macam suku yang tinggal dan mencari nafkah disini. Suku Melayu Riau dan suku Kubu yang masih terbelakang, merupakan penduduk dan suku asli kota ini. Sebagian lagi adalah suku Minang, Jawa, Aceh, Batak, Nias, Bugis, Sunda, Banjar, dan beberapa suku lainnya, juga etnik Tionghoa, maupun ekspatriat(warga negara asing). Dengan beragam suku yang tinggal di kota ini membuat Pekanbaru  menarik untuk dikunjungi. Berbagai macam kuliner akan kita jumpai seperti makanan khas Melayu Riau. Beberapa makanan yang menarik untuk dicoba antara lain: minuman laksamana mengamuk, rujak maharaja, mie lendir, bolu kemojo, dan sebagainya. Juga makanan dari daerah nusantara lainnya.

bolu kemojo/bolu kemojo al mahdi twitter.com

Secara geografis letak kota Pekanbaru cukup strategis mengingat kota ini merupakan perlintasan darat dari ujung pulau Sumatera ke pulau Jawa. Bus antar propinsi banyak melintasi jalur Lintas Timur ini. Selain jalur darat, pelabuhan Pekanbaru yang terletak ditepi sungai Siak merupakan tempat berlabuhnya kapal kapal kecil yang berlayar ke daerah daerah seperti Bengkalis, Dumai, Tanjung Pinang, dan kota pesisir lainnya. Sebelum jembatan Siak diperbaharui kapal kapal besar juga melayani rute perjalanan ke Malaysia dan Singapura karena Riau berbatasan dengan kedua negara tetangga ini melalui Selat Melaka. Saat ini kapal (ferry) yang melayani jalur internasional hanya pelabuhan di Dumai dan Batam.
Dari Pekanbaru kita juga dapat terbang ke daerah lain melalui bandara Sultan Syarif Kasim II  yang melayani rute penerbangan ke Medan, Jakarta, Kuala Lumpur, Batam dengan maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Lion Air, City Link, Air Asia, Sriwijaya Air, Jetstar, FireFly, Batik Air, dan Tigerair

Di propinsi Riau ini kita juga bisa menikmati beberapa peninggalan sejarah seperti Istana Siak yang masih utuh berdiri, Candi Muara Takus, Makam Raja Ali Haji dengan Gurindam XII nya yang terkenal, juga wisata alam lainnya seperti mengendarai gajah di Pusat Pelatihan Gajah, menikmati ombak Bono di sungai Kampar, dan wisata lainnya. Riau juga merupakan salah satu daerah penghasil devisa negara malalui minyak buminya yang terkenal, juga perkebunan kelapa sawitnya yang luas. 


Pusat Pelatihan Gajah

Istana Siak
Bagi yang menyenangi wisata sejarah dan alam, Pekanbaru cocok untuk menjadi tujuan wisatanya karena menyuguhkan keragaman seni dan sejarah Melayu yang tinggi serta menyuguhkan pemandangan alam yang berbeda dengan tempat lain.

Beralih ke kota Jayapura, kota ini menawarkan dua sudut pandang yang berbeda antara indahnya perairan dengan megahnya perbukitan dan gunung, semuanya dapat kita nikmati secara bersamaan di kota ini.Kota ini adalah tempat awal mula perjalanan kita utuk menjelajah keindahan pulau yang terletak di ujung timur Indonesia.ini. Jika saya sampai kesana yang mula mula saya lakukan adalah menyelusuri setiap sudut kota. Saya akan mendaki ke atas bukit untuk menikmati pemandangan kota dari puncaknya. Danau Sentani juga menjadi tujuan, karena kabarnya danau ini indah dengan rumah rumah penduduk di pinggirnya, yang dapat juga kita lihat dari atas gunung Ifar dimana dulu adalah tempat bagi sang jendral Mc Arthur duduk menikmati keindahan pemandangan Danau Sentani dari atasnya. Atau kita juga bisa menyalurkan hoby menyelam di Tanah Merah Bay yang konon lautnya masih asri dengan pemandangan biotanya yang terletak sekitar 60 km dari kota. Atau saya akan pergi ke museum Universitas Cedrawasih untuk melihat artefak peninggalan suku asli Papua.

kota Jayapura/panoramia.com

Bandar Udara Sentani adalah salah satu akses untuk masuk ke kota ini, terletak lebih kurang 40 km dan melayani penerbangan dari dan keluar Papua. Disamping itu kota ini juga dapat diakses melalui jalur laut dengan mengunakan kapal laut yang disediakan oleh PT Pelni. O ya saya juga tak lupa akan mengunjungi pulau Asei yang merupakan tempat kerajinan pembuatan kain kulit kayu, juga akan pergi ke pasar Hamadi tempat kita membeli oleh oleh khas Papua yang terletak dekat pantai Hamadi dimana kita akan menemukan sisa sisa peninggalan Perang Dunia II.. Tak lupa saya juga akan mencicipi kuliner khas Papua yang terkenal
dengan makanan lautnya seperti Aunu, ataupun ikan bakarnya yang dinikmati dengan bubur sagu pepeda.

aunu dan pepeda/eekkaa25.blogspot.com

suku lembah baliem/indonesia-traveler.com


Untuk bisa menikmati ini semua saya harus memperoleh tiket penerbangan ke Jayapura. Dan Alhamdulillah ada cara untuk memperoleh tiket tersebut yaitu dengan mengikuti kontes menulis ini. Jika tulisan ini menang saya ingin memperoleh tiket Garuda Indonesia untuk terbang kesana, tentu saja saya juga akan berkesempatan untuk datang ke Lembah Baliem mengenal lebih dekat suku asli disana yakni suku Dani, Lani, maupun suku Yali. Tak lupa saya akan berfoto ria dengan mereka....hahaha...Semoga keinginan ini dapat terwujud dan saya menjadi salah satu pemenang kontes #TiketGratisAirpaz untuk Keliling Nusantara. Aamiin....(Minas, Pekanbaru, 30 Agustus 2015)










.

Rabu, 06 Mei 2015

12 Hari 9 Negara yang Tak Terlupakan (Antara Doha dan Barcelona)


Ketika mengingat kembali perjalanan yang indah dan penuh kenangan ini, serasa saya masih dalam perjalanan yang menghabiskan waktu 12 hari itu. Terasa sangat singkat karena setiap langkah kaki yang diayunkan dan setiap jengkal tanah yang diinjak selalu memiliki cerita, semangat, tantangan, dan irama perjalanan kehidupan saya sebagai manusia yang penuh dengan cita2, keinginan dan mimpi untuk memiliki kenangan hidup serta rasa syukur akan kehidupan yang diberikan Allah kepada saya dan keluarga kami.

Mungkin hobi  traveling ini sudah tertanam secara tidak disadari sejak saya kecil…ketika sudah pandai membaca buku2 cerita …seperti Album Cerita Ternama, yang didalamnya banyak menceritakan tokoh2 dunia, perjalanan mereka mengelilingi dunia, ditambah cerita2 petualangan anak2 seperti lima sekawan, cerita detektif Alfred Hitcock, dan kegiatan kepramukaan yang saya ikuti dan hobi saya mendaki gunung(walau cuma Gunung Sibayak)…membuat keinginan saya akan mengenal tempat dan daerah2 selalu tidak ada habisnya. Saya akan selalu bersemangat jika diajak kesuatu tempat yg belum pernah saya datangi. Ketika iseng2 saya mengisi kolom pertanyaan mengenai siapa saya sebenarnya….ternyata jawabannya bahwa saya adalah seorang Pengembara….hehehe….weleh2…

Kalau dipikir2, untuk  dana perjalanan saya dan suami ke negara2 tersebut tentu tidak sedikit. Waktu saya mulai bermimpi dan merencanakannya, saya rajin melihat tour2 yg ditawarkan beberapa biro perjalanan yg untuk 3 atau 4 negara saja bisa menghabiskan dana sekitar 3000 USD. Wah,…nggak kebayang berapa saya harus kumpulkan uang untuk perjalanan ini…Tapi berkat kerja keras hampir 2 tahun….(iya benar, karena saya terus memantau harga tiket pesawat online di internet dan menyusun itinerary seefisien mungkin beserta biaya dengan andalan internet yg sekarang sudah canggih) Alhamdulillah,….perjalanan ini bisa terlaksana. Pertanyaannya mungkin:  Kenapa harus ke Eropa dan bulan Februari?....Jawabannya adalah: Karena benua Eropa secara iklim berbeda dengan negara saya yg berada di benua Asia juga bangsanya yang berbeda ras serta budaya membuat saya ingin merasakan sendiri musim yg tidak pernah ada di negeri saya (musim dingin dengan saljunya) warna kulit dan postur tubuh yg berbeda ,tentu juga ritme kehidupan yg berbeda pula. Kenapa harus di bulan Februari? Jawabannya mungkin yg paling tepat adalah: 1. Harga tiket pesawat di bulan ini lebih murah, 2. Musim dingin sudah tidak seekstrim di bulan Desember dan Januari, 3. Bulan yg tidak ramai wisatawan sehingga bisa lebih menikmati  suasananya, 4. Bulan kelahiran saya (hehehe….ini sih cuma kebetulan…)

Persiapan Keberangkatan 

 Dengan mengandalkan internet dan cerita2 mereka yg sudah pernah ke Eropa, saya mulai      mempersiapkan keperluan seperti:
1.berburu tiket pesawat murah,
2. mempersiapkan dokumen (visa, asuransi perjalanan)
3. Menyusun Itinerary seefisien mungkin
4.juga persiapan fisik,…
tentunya dengan mulai rajin jalan keliling kompleks rumah atau bersepeda karena sudah pasti kita akan banyak mengandalkan fisik mengimgat perjalanan yg lumayan jauh ini. Setelah berburu tiket akhirnya diperolehlah tiket Qatar air dengan cara online melalui www.nusatrip.com seharga 16,5 juta rp untuk 2 orang pp(Kuala Lumpur-Doha-Paris)….sebenarnya ini adalah pilihan kedua karena seblmnya dapat tiket yg lebih murah Etihad seharga 15 jt(multi destination, pulang dan pergi dari negara yg berbeda) melalui www.asiatravel.com, tetapi krn harus bayar memakai kartu kredit sementara saya nggak punya, maka dipilihlah tiket tersebut yg bisa dibayar dengan debit card….(ini adalah tiket termurah dengan pertimbangan pesawat timur tengah,karena selama penerbangan sekitar 16 jam kita disuguhi makanan halal, nggak kebayang naik pesawat Eropa dan pesawat  lain  bagi saya yg muslim). Dan harga tiket pesawat Eropa dan pesawat2 lainnya jauh lebih mahalll….

Setelah tiket ditangan, saya lalu membeli  asuransi perjalanan.  Lagi lagi dengan mengandalkan internet saya lalu mulai mencari informasi untuk memperoleh asuransi perjalanan sebagai syarat pengajuan visa. Akhirnya saya menemukan asuransi perjalanan yang bisa diperoleh on line melalui Smart Traveller AXA Indonesia  di www.axa-insurance.co.id dengan biaya sekitar tujuh ratus ribu lebih dengan membayar melalui Atm akhirnya asuransi perjalanan didapat tanpa harus keluar rumah dan lebih irit,..hahaha…Selanjutnya saya kumpulkan semua dokumen untuk pengajuan visa schengen dan urusan dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan suami diserahkan ke suami(saya kan cuma ibu rt yang syaratnya nggak ribet)…dan kemudian setelah berdiskusi apakah ke kedutaan urus sendiri atau minta tolong biro perjalanan(saya sih pengin urus sendiri aja) suami lalu dengan temannya yang juga akan ikut memutuskan diurus oleh biro perjalanan…(ya sutralah yang penting dapat visanya)  Ternyata yang paling repot malah diurusin biro perjalanan(ini sih pengalaman saya), karena saya dan suami harus dua kali ganti pasphoto karena katanya fotonya nggak memenuhi syarat untuk visa. Akhirnya setelah dokumen dikirim ,kita berempat (dengan teman kantor suami pak Bambang dan bu Mira)berangkat dari Pekanbaru ke Jakarta wawancara visa di kedutaan Belanda. Singkatnya pagi pagi kita ber4 sudah hadir disana dan lagi2 masalah foto yang tidak benar sehingga harus foto lagi dikedutaan…bayangkan 3 kali ganti pasfoto….(saran saya kalau ingin foto perhatikan syarat2 yg ada kalaupun salah dikedutaan belanda tersedia tukang foto dan pasti benar…)Ternyata….tidak ada wawancara seperti yang saya bayangkan, petugas kedutaan hanya mengajukan 2 pertanyaan…yang pertama tujuan ke Belanda yang  kedua saya lupa…yang jelas nggak ada yang aneh2….(hhh! Capek udah ngapalin rute2 perjalanan dan lain2 eehh…Cuma gitu aja wawancaranya…hahaha gampang kali!) Seminggu kemudian visa diperoleh . Taraaa…. Saya lalu menunggu hari yang dinanti dengan menyusun barang2 yang akan dibawa. Dengan mempertimbangkan perjalanan yang panjang sekitar 12 hari pulang pergi di musim dingin akhirnya berikut adalah barang2 yg memenuhi koper (satu koper ukuran pesawat low budget antar eropa seperti vaiue air dan easy jet  berat 25 kg ukuran cabin p. 54 cm, l. 40cm, t. 24 cm) seperti:  long jhon sepasang utk musim dingin, manset dan legging 2 pasang, sweater 1bh, coat 1bh, celana jeans 2 bh, sarung tangan sepasang, kaos kaki 2 pasang, sepatu boot sepasang syal 1 bh, topi/kupluk 1 bh, pakaian dalam 4 pasang ditambah panty liner dan pembalut . Semua saya susun dalam 1 koper  bersama obat gosok, sunscreen, lotion, obat2an, alat mandi dlm ukuran mini(manatau hotel tdk menyediakan) dan tentu saja persediaan makanan seperti super bubur 6 bks, milo, energen, mie instantcup 6 bh, dan cemilan kecil(jaga2 kalau tidak ada tempat makan halal). Selesai  sudah perlengkapan yang akan dibawa serba efisien dan Alhamdulillah cukuplah utk kebutuhan selama disana nanti.

Hari ke Satu, Selasa 17 February 2015 (Pekanbaru - Kuala Lumpur)

Pagi2 jam 08.00 kita berdua (saya dan suami) berangkat ke bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru untuk berangkat menuju KL dengan menggunakan pesawat murah meriah Air Asia....dalam hati saya berdoa untuk kelancaran perjalanan ini sambil tak lupa mohon doa restu anak2 yg akan ditinggal selama 2 minggu dan ibu saya serta adik yg saya minta tolong tinggal di rumah untuk menjaga anak2 selama kita berdua pergi.
Tiba di bandara kita langsung bergabung dengan bu Mira dan pak Bambang yg akan menjadi teman kami dalam perjalanan nanti. Jam 11.10 lebih sedikit pesawat AA AK-432 lepas landas menuju KL dan tiba sekitar jam 13.00 waktu KL. Alhamdulillah....
Kita berempat kemudian menuju hotel yang dibooking pak Bambang di daerah sentral karena mereka berdua akan menginap semalam berhubung pesawat Qatar yg akan ditumpanginya berbeda dengan kita. Mereka akan berangkat besok harinya menuju Doha, sementara kita berdua berangkat dinihari jam 02.40. Setelah meletakkan barang2 dikamar hotel kita keluar untuk makan siang dan kemudian beristirahat dikamar menunggu ke bandara nanti.

Selesai Maghrib berdua saya dan suami janji ketemuan di KL sentral stasiun dengan Mursyid teman SMA yang sudah menetap dan bekerja di daerah ini, kemudian bersama dengannya diantar ke Putrajaya untuk bertemu dengan Wahyunengsih teman sebangku di SMP dulu yang juga sudah menetap disini bersuamikan orang Malaysia. Kita makan malam di Presint 9 Food Court.berbincang nostalgia dengan mereka kemudian diajak keliling sebentar di Putrajaya dan berpisah, sementara Mursyid mengantarkan kita menuju KLIA terminal 1. Terimakasih teman2 yang sudah memberikan penyambutan yang penuh persahabatan ini, semoga kita tetap menjalin silaturrahim ini....kami langsung check in di blok K 14 untuk penumpang Qatar Airways


makan malam dengan neng dan mursyid


Hari ke 2, Rabu 18 February 2015 ( KL - Doha - Paris )

Pesawat berangkat jam 01.40 dinihari menuju Doha, sewaktu check in tiket KUL - Doha dan Doha - Paris langsung diberikan. Kami duduk terpisah di 20G dan 21 J (seharusnya saya langsung pilih bangku sewaktu book tiket) tapi ya sutralah nggak apa2, toh masih berdekatan dan Alhamdulillah untuk Doha- Paris di 52D dan 52E kita saling bersebelahan. Selama penerbangan 7,5 jam ini saya mencoba untuk tidur sambil membayangkan bagaimana nanti perjalanan ini. Bersyukur pada Allah dihari bahagia ini saya masih diberikan kesempatan melakukan perjalanan yang menarik ini. Pramugari Qatar cantik2 dan tampan dan kayaknya semua bangsa ada,...sewaktu boarding saya sempat mau berfoto dengan mereka...tapi tidak boleh...hhh lebay...dan dipagi hari ini kita sudah disuguhkan makanan yang halal dan enak....satu nampan berisi main course, coklat, salad dan minuman yang boleh dipilih....dan diantara jeda waktu kita diberi lagi snack berupa kue2....saya menikmati semua makanannya....hehehe...
salah satu menu di qatar airways

Jam 06.15 waktu Doha, pesawat mendarat dengan mulus....saya langsung ke toilet dan suami yang nampak sedikit santai saya ajak langsung bertanya ke petugas untuk pendaftaran city tour gratis....kita langsung mengikuti petunjuknya untuk menuju lantai bawah dan setelah berputar akhirnya ketemu dengan counter city tour Doha yang ternyata petugasnya cewek Indonesia. Tapi....ternyata quoto terbatas 20 orang sudah habis....OMG saya langsung kecewa....kurang cepat...atau memang belum rejeki....Akhirnya kita duduk dan tiduran saja di bandara sambil melihat lihat sekelilingnya. Bandara Doha merupakan salah satu bandara transit untuk penerbangan internasional ke seluruh dunia.. Yang terbanyak disini adalah pesawat Qatar, beberapa pesawat lain juga transit disini.


Doha Internasional Airport
Akhirnya pak Bambang dan bu Mira pun tiba di Doha.....saya senyum2 dalam hati....beginilah kalau jalan bersama tapi beli tiket pesawatnya beda beda....kita berempat pun check in untuk lanjut ke Paris...jam 13.40 pesawat berangkat, saya masih terkagum kagum dngan ketepatan waktunya.....kayaknya nggak ada delaynya...Dan lagi lagi kita disuguhkan dengan makanan yang enak . Sepertinya selama 6,5 jam ini ada 4 kali snack and drink....hihihi Alhamdulillah tidak akan kelaparan begitu tiba di Paris nanti....Sekitar jam 18.15 kita berempat tiba di Paris.....Selamat datang di Paris....

Selesai dari imigrasi (saya membayangkan kita akan kesulitan, tapi ternyata mudah walaupun petugasnya tidak berbahasa Inggris tapi dia tersenyum sedikit sambil memeriksa paspor)....kita lalu keluar mencari taksi. Dan....Brrrr....udara dingin menyambut kita begitu keluar dari bandara....kita berempat jadi seperti anak kecil lagi memainkan asap yang keluar dari mulut setiap kali kita berbicara.....saya sungguh excited....Paris di bulan Februari ini masih musim dingin walaupun tidak seekstrim di Januari dan Desember....begitupun saya lihat suami dan kak Mira merapatkan jaketnya......dan tidak susah mencari taksi di bandara ini karena kita langsung menemukannya dan berangkat  menuju hotel Ibis di daerah montmartre. Untunglah sopirnya orang Karibia dan dia bisa berbahasa Inggris. Sampai di depan hotel ada kejadian sedikit...dimana parkir tidak boleh tepat di depan hotel, seperti negara kita ternyata disini juga ada semacam preman yang minta upeti....untunglah sopirnya berkeras dan kita buru buru turun setelah membayar ongkos sebesar 46 Euro. Saya melihat lihat keadaan hotel. Karena malam, terasa sedikit sepi disekitarnya,...beberapa meter terdapat toko penjual makanan, sebenarnya saya masih ingin keluar tapi suami ingin beristirahat dan kita menuju kamar untuk istirahat menyiapkan tenaga untuk esok hari.

Hari ke 3 Paris






       

Selasa, 01 Oktober 2013

jalan2 ke Hongkong....(Ada yang mau coba rute saya?)

Liburan sekolah anak2 kemarin kita sekeluarga sudah jauh2 hari merencanakan untuk berlibur ke hongkong. Kenapa harus ke sana? Alasan pertama masalah budget. Soalnya saya kepingin ke Eropa tapi terbentur masalah budget yang tidak sedikit, apalagi dengan membawa 4 orang anak (anak pertama nggak ikut karena kuliah, walhasil jadinya berenam orang). Mau ke Jepang juga berat diongkos perjalanannya...Alhasil setelah ngebrowse sana sini dapatlah tiket dan hotel murah di Hongkong...Syukur alhamdulillah karena paling tidak sudah hampir mewakili negara maju di Eropa masalah transportasinya. Dan tentu saja anak2 juga bisa bermain ke Disneyland. Kalau saya minimal punya pengalaman baru di negara Asia ke 4 yang pernah saya kunjungi...

 Untuk rute perjalanan kami mulai dari Kuala Lumpur dengan pesawat AirAsia yang walaupun low budget tapi cukup nyaman untuk penerbangan selama lebih kurang 4 jam. O ya buat pembaca bisa pake Airasiago...lumayan gampang koq proses online bookingnya.Kita boleh pilih tiket plus hotel plus tour atau booking satuan aja,...karena waktu itu ada promo, kita booking tiket plus hotel selama 5 malam yang lumayan murah untuk harga menginap dihotel yang terkenal mahal di hongkong.Bagi yang nggak niat untuk belanja nggak perlu nambah biaya cargo saat booking tapi yg niat belanja tidak ada salahnya nambah cargo karena kalo online lebih murah...ketimbang kita bayar saat diluar pemesanan tiket..bisa 3 sampai 4 kali lipat...mubazir ongkos kan?..

makan malam di hotel ancasa

Kuala Lumpur- Hongkong 28 Juni 2013

 Setelah menginap semalam di kuala lumpur(saya selalu bahagia kalau kesini karena KL suasananya nyaman makanannya enak dan belanjanya murah, I love U KL) pada tanggal 28 juni 2013 kita berangkat melalui bandara LCCT sekitar jam 9 lewat setelah delay sekitar 15 menit. Bandara LCCT ditempuh kurang lebih sekitar satu jam dari Kuala Lumpur.
di ruang tunggu LCCT 
Selama perjalanan di pesawat anak2 tetap nyaman dan menikmati penerbangan. Makan kita pesan di pesawat dengan pilihan menu yang lumayan dan harga yang normal...Anak2 pesan milo dingin dan mie instant sedang saya memesan jus jeruk soalnya waktu menunggu saya sudah makan di Marry Brown dan anak2 juga. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam kami mendarat di HKIA dengan landing yang sedikit bergoyang karena seperti yg diceritakan bahwa udara hongkong sering membuat pesawat mengalami sedikit turbulensi, mungkin karena hongkong negara kepulauan yg terdiri dari gunung dan laut juga terkenal dengan angin topannya ya....(ini sih perkiraan saya saja). Alhamdulillah...sampai juga dengan selamat setelah sebelumnya diberi pemandangan indah dari jendela pesawat dengan gunung dan lautnya yang cantik....Hongkong ternyata negara kepulauan yang indah...

O ya begitu sampai di HKIA setelah melewati imigrasi yang tidak begitu rumit kita mencari transport untuk menuju hotel. Airport Hongkong modern, memang mewakili negaranya yang maju. Walaupun bekas jajahan kolonial Inggeris yang sudah merdeka dan sekarang dibawah pemerintahan Cina tapi Hongkong memiliki otonomi pemerintahan sendiri. Sehingga mempunyai keleluasaan untuk mengelola negaranya sendiri. Hongkong memiliki mata uang sendiri yaitu dollar hongkong, yang waktu kita kesana 1dollar hongkong setara dengan 1300 rupiah. Selain pariwisata alamnya hongkong adalah tempat wisata belanja. Sekeliling bandara mirip mall dengan outlet barang bermerk mulai dari baju,tas,bahkan elektronik seperti komputer, handphone dan lainnya. Jadi bandara HKIA lebih mirip mall ketimbang airport.

Untuk menuju hotel Island Pacific yang kita booking kita pilih jalur transportasi MTR soalnya lebih nyaman dan cepat. Memang sedikit lebih mahal dibanding naik public transportasi seperti bus, tapi hitung2 mencari sensasi lain dan itu tadi kepingin lihat alat transportasinya yang udah maju. Dari HKIA menuju Hongkong Station 1 orang dewasa dikenakan ongkos sekitar 100 dollar tapi karena bertiga dewasa ada potongan harga jadi berempat 250 dollar sementara anak2 satu orangnya 50 dollar. Kalau mau murah kita bisa menggunakan bus sekitar 30 ribu rupiah untuk satu orang. O ya kalau membeli tiket per grup lebih murah lagi.

Kereta api yang membawa kita benar2 bagus dan bersih, jadi wajarlah kalau kita harus membayar mahal. Sama seperti MTR lain(negara lain menyebutnya MRT, seperti malaysia) kita juga tidak boleh makan dan minum dan dimana mana serba free wifi. Perjalanan ditempuh kurang lebih 15 menit menuju hongkong station
naik MTR ke hongkong station

Selama perjalanan kita melewati terowongan(tunnel) bawah laut karena hotel tempat kita menginap berada di Central, Hongkong Island dan bandara HKIA merupakan bandara yang terletak disebuah pulau buatan(maklum saja tanah di hongkong sedikit karena terdiri dari pulau pulau). Anak2 senang karena di dalam ruangan kereta menjadi dingin sekali.....

Tiba di hongkong station kita naik shuttle bus yang disediakan hotel menuju daerah sheung wan tepatnya di connaught road west. Sekitar 10 menit akhirnya tibalah kita di Island Pacific Hotel tempat dimana kita akan tinggal selama 6hari 5 malam untuk menjelajah hongkong. Alhamdulillah.... 

shasa,aya,fahmy baru tiba diloby hotel

Tiba di kamar hotel saya, suami dan anak2 merebahkan badan istirahat setelah seharian perjalanan. Saya memandang keluar jendela kamar hotel,...wuiihh....pemandangannya benar2 indah, pemandangan pelabuhan,...dimana laut terhampar luas dan kapal2 berlayar diatasnya....selamat datang di hongkong!!!


Hari pertama di hongkong makan malam di MC Donald yang dekat dengan hotel. Baca bismillah aja karena terus terang nggak ada label halalnya. Padahal dari rumah kita bawa rendang kering, mie instant, kering tempe, sereal dan banyak makanan indo, tapi berhubung nggak bawa nasi ya udahlah....o ya, hotel bintang 4 tempat kita menginap ini boleh koq pake rice cooker dan nyetrika. pokoknya asyik....dan kamarnya juga lumayan besar.Tapi berhubung kita nggak mau repot ya sudah beli aja....

dari jendela kamar hotel 811
Sekedar informasi kalau kita ke hongkong bagi yang muslim disarankan untuk membawa sedikit persediaan makanan seperti super bubur, mie instant,sereal, atau makanan kering yang lain guna berjaga jaga sebelum menemukan tempat makanan halal. soalnya terus terang sedikit restoran yang menjual makanan berlabel halal. Kalaupun ada resto yang menjual nasi dengan daging ayam atau bebek cara mulai dari menyembelih dan memasaknya tetap saja haram. Kalau ada mini market yang menjual produk halal biasa kita temukan di 7 eleven, yang lain tidak direkomendasikan.....
Karenanya saya dan suami berburu warung nasi indo,...soalnya dapat informasi kalau para tenaga kerja indonesia biasa makan di warung indo yang rekomend halal. Alhamdulillah kita ketemu sekitar 300 meter dari hotel yang menjual nasi goreng, nasi pecal, bakso dan masakan indo lainnya. Plus mie instant merk di indonesia dan snack keluaran negara kita. Tapi tunggu dulu....harganya...hmmm lumayan mahal. Untuk nasi putih saja dia patok harga 10 dollar hongkong...hehehe...kalau air mineral di 7 eleven yang paling murah untuk ukuran 800ml 12 dollar, apaboleh buat terpaksa beli karena anak2 nggak mau minum air yang dimasak di hotel....weleh2...

Tips satu lagi bagi yang ingin jalan ke hongkong ala backpacker( baca: jalan sendiri tanpa travel) pelajari dulu : .1. lokasi tempat menginap, ini maksudnya supaya kita tahu dimana kita berada dan mudahkah transport plus tempat makan yang halal (kalau kita berkunjung ke negara non muslim)
2. Transportasi, apakah alat transportasi di negara tsb, pelajari public transport seperti bus,taxi,tram,dll mana yg irit dan hemat budget.

3. Objek Pariwisata, kemana tujuan/tempat yg akan dikunjungi nantinya, apakah dekat/jauh dari tempat kita menginap.

Seperti yg saya sebut di atas bahwa Hongkong merupakan negara yg terdiri dari pulau2, plus pulau buatan yg dibuat manusia seperti bandara HKIA nya. Ada beberapa alat transportasi seperti bus,ferry, taxi, MTR, dan Tram. Khusus untuk Tram ( para TKI kita menyebutnya teng-teng, karena bunyinya saat berhenti ... tengteng....)hanya ada di hongkong island. Karena itu kita pilih hotel yg berada di hongkong island supaya murah. Ada banyak hotel tapi untuk mencari hotel yg murah harus rajin2 ngebrowse internet jadi waktu kita pilih Island Pacific hotel dapat discount 50%. lumayan untuk kita dengan 4 anak....kita ambil 2 kamar.

Tram (teng teng)
Karena kita kesana tujuannya untuk melihat objek wisatanya dan nggak ada rencana nyebrang ke Cina, kita pilih menginap di hongkong island, Objek wisata seperti Victoria Peak( madame tussauds), Victoria Harbour (pelabuhan yg gedung2nya kalau malam bermandikan cahaya lampu ), Times Square (mall besar,sentra bisnis,...tempat film Lara Croft yg dibintangi Angelina Jolie), Sun Yat Sen Memorial Park dan banyak lagi....
Kalau kita mau sekalian lanjut ke Cina menginap di daerah Kowloon lebih baik karena ada KCR kereta api yang menghubungkan Hongkong ke daratan Cina....terserah mau pilih mana. O ya karena anak2 ingin ke Disneyland, dari stasiun hongkong juga ada kereta api yg langsung membawa kita ke Disneyland di pulau Lantau.

Hari ke Dua Masjid Ammar & Victoria Peak 29 Juni 2013

Pagi hari setelah sarapan super bubur dan nasi goreng yg dibeli di warung indo( 1 porsi nasi goreng 12 dollar) kita menuju masjid Ammar di daerah Wan Chai. Mulanya kepingin naik Tram tapi karena takut repot akhirnya naik taksi yg 5 seat dari hotel. Untunglah sopir mau membawa kita berenam karena Ina sibungsu bisa dipangku. Sekitar jam 9 lewat kita sampai disana tapi ternyata belum ada yg masak. Kita kepingin makan dim sumnya yg katanya enak dan tentu saja halal.....Selama menunggu saya melihat kegiatan di mesjid yg menjadi pusat Islam di daerah hongkong island ini dan bercerita dengan para duta devisa kita(TKW) yg sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Syukur alhamdulillah saya berjumpa dengan para tkw yg mendapat majikan yg baik dan menghormati mereka sebagai muslim. Mereka juga yg menunjukkan ke kita tempat2 makan halal dan warung indo lainnya....serasa di Indonesia bercerita dengan mereka yg sebagian besar berasal dari Jawa. Sekitar setengah jam lebih kita pun menikmati dim sum yg dihidangkan dan rasanya ....hmmmm enak.....


masjid ammar
dim sum di Islamic Center Canteen

   




Selesai menjajal dim sum di kantin masjid kita melanjutkan perjalanan ke Victoria Peak dengan taxi. Pemandangan ketika akan sampai benar2 menakjubkan dan sangat indah. The Peak terletak disebuah bukit yg melalui jalan berliku untuk sampai ke puncaknya. Pemandangan kota Hongkong dari atas dan laut yang terbentang makin membuat mata terasa segar. Sekitar 30 menit kitapun sampai di puncak bukit the Peak Tower....Kita lalu foto2 dan masuk ke madame tussauds tempat patung lilin para bintang dunia. Apakah itu olahragawan, artis film baik dari Hongkong sendiri maupun dari luar negeri sambil bergaya berfoto bersama patung2 tersebut bak seorang artis juga...hehehe....O ya sekedar informasi ada baiknya kita membawa bekal dan snack sendiri juga air mineral. Karena jajanan disana juga cenderamatanya harganya benar2 selangit....bayangkan ice cream satunya aja harganya 35 dollar. Kata fahmy, "ma...ini es krem termahal yg pernah dimakan, jadi makannya harus dinikmati"....hahaha...

Sayang Tom Cruise nggak ada disana, walhasil saya cuma foto dengan mantan isterinya Nicole Kidman, lumayanlah....Tapi kalau foto dengan Jacky Chen kita tidak boleh ambil foto sendiri  harus difoto pihak pengelola dan...kita lupa mengambil fotonya waktu keluar....yah...sayang.....
Pemandangan dari atas the peak benar2 mempesona, salah satu sudut menawarkan panorama gedung2 tinggi hongkong sudut yang lain gunung dengan lautnya yg dihiasi kapal2 nan indah....










ina di salah satu sudut the peak

nicole kidman di madame tussauds

like father like son di the peak tower
Sebenarnya yg paling memacu adrenalin adalah mencoba naik ke peak tower dengan tram, tapi kita tidak coba. Bagi yg mau merasakannya boleh dicoba karena pengalamannya lebih seru....
Pulangnya kita naik transportasi umum bus yg ke jurusan central kemudian disambung dengan naik tram ke hotel....menghemat ongkos.
Pokoknya jalur transportasi di negara ini mencakup keseluruh kawasan sampai antar pulau, baik darat, laut, udara(helicopter) terserah kita pilih yg mana sesuai budget.Yang penting baca rute2nya semua lengkap
Sampai di hotel sudah maghrib, selesai sholat,malamnya dengan suami jalan2 disekitar hotel sambil mencari makan malam....lalu tidur dengan pulas....

Hari ke 3 Sun Yat Sen Memorial Park 30 Juni 2013 

 Pagi2 selesai sarapan kita keluar hotel menyelusuri connaught rd menuju arah tepi laut disebelah hotel. Kira2 5samapai 10 menit setelah melewati jembatan penyebrangan tibalah kita di sebuah taman yang diberi nama Sun Yat Sen Memorial Park yaitu nama seorang dokter tokoh revolusi Cina modern.
Pagi hari yg sejuk....walaupun belum masuk musim dingin tapi udara terasa segar berada di taman yg luas di pinggir laut sekitar victoria harbour ,dimana kapal2 berlayar dan kota hongkong menjadi pemandangannya...kalau kita telusuri berjalan di pinggirnya sekitar 5 menit kita akan jumpai ferry terminus tempat ferry yg dapat menyeberangkan kita ke Makau.
Taman ini selalu ramai dikunjungi ada yg berolah raga, atau sekedar duduk memandang ke laut, dan dari sini kita juga bisa menyaksikan atraksi lampu2 gedung yg dinamakan symphoni of light jika hari menjelang malam....Di taman ini juga terdapat gedung olah raga lengkap dengan kolam renangnya, dan fasilitas umum selalu gratis...o ya...di taman ini kita jg bisa on line karena free wifi......





kapal tradisional cina berlayar di victoria harbour

Setelah puas menikmati suasana Sun Yat Sen Memorial Park kami kembali ke hotel. Siangnya saya dan suami jalan2 menikmati hongkong island dengan kendaraan murah meriah tram(tengteng) menuju causeway bay mencari warung malang yg katanya masakannya enak.Tram sudah menjadi alat transportasi di hongkong island ini sejak 100 tahun yang lalu. Dijalankan dengan bantuan listrik. Kita tinggal menunggu setiap 5 menit sekali tram akan tiba. Mulai beroperasi dari jam 06.00 pagi sampai jam 12.00malam Dari hotel kita jalan kaki sekitar 20 meter menuju pemberhentian tram dan naik dengan ongkos 2,30 dollar untuk dewasa sedang anak2 1,20 dollar perorang pastikan kalau membayar dengan uang pas, karena tidak ada kembaliannya, atau gunakan Octopus Card(kartu serbaguna utuk membayar semua jenis transportasi)..melewati central, admiralty, wan chai, dan turun di daerah wan chai(boleh juga daerah causeway bay) karena warung malang tsb berada di sebuah pasar antara daerah wan chai dan causeway bay. 
Alhamdulillah masakannya enak...ikannya segar dan dimasak ala Indonesia serta yg terpenting,... halal......
Saya juga menikmati bakso malangnya....o ya pada saat itu banyak orang Indonesia yg sedang makan sehingga kita merasa seperti di kampung sendiri
Mungkin karena capek bermain seharian di taman, anak2 tidak ada yg mau diajak jalan...akhirnya saya dan suami menyelusuri setiap jalanan hongkong berdua sedang anak2 tidur .....
Daerah sekitar hotel tempat kita menginap banyak menjual makanan laut yang dikeringkan....kayaknya semua isi laut ada dijual disana...cuma saya tidak tertarik untuk membeli ataupun bertanya....padahal banyak turis asing yg membelinya untuk oleh2...Hampir jam 9 malam akhirnya kita berdua kembali ke hotel setelah seharian berkeliling dari sheung wan sampai causeway bay.....hh....puas..

Hari ke Empat Kowloon, Tsim Tsa Tsui 1 Juli 2013

Kali ini kita kepingin jalan kedaerah kowloon...Kowloon berada di bagian utara hongkong island bersatu dengan daratan Cina. Banyak transportasi alternatif untuk sampai ke sana, antara lain taxi,bus, ferry, train, tram(kalau menggunakan tram kita harus nyambung dengan transportasi lain).
Selesai sarapan kita berjalan utk naik tram ke central station, tiba distasiun  kita beli tiket ke Tsim Tsa Tsui karena rencananya kita akan jalan kaki saja nanti begitu tiba di Tsim Tsa Tsui jika akan ke daerah Jordan ataupun Mongkok. Kereta melalui terowongan bawah laut karena hongkong island dengan kowloon dipisahkan oleh laut....Sekitar jam 11 siang waktu hongkong kita tiba di TST dengan rute central-admiralty-Tsim Tsa Tsui dan lagi2 disini kita ketemu dengan mall....ah bosannn..., karena kan enggak niat belanja. Apalagi melihat harganya....wah lebih murah di Indonesia. I love U my country Indonesia..!!
Mengikuti jalur panah yg ditunjukkan kita keluar dari TST subway station kemudian berjalan kaki menuju salisbury road.....
Agak bingung sedikit....tapi kita senang karena kita kan nggak ikut travel... jalan sendiri..., mau kesesat atau enggak tanggung resiko sendiri...he...he...he...Sekitar lima menit jalan kaki kita tiba di salisbury rd. Pandangan mata pertama disuguhkan dengan bangunan hotel Peninsula yang megah... Kita lalu keliling mau tanya orang maklum walaupun bekas kolonial Inggris tetap aja orang yang berlalu lalang susah diajak komunikasi karena mereka umumnya menggunakan bahasa kanton....jadilah kita bahasa Inggris dengan gaya tarzan.....
Sambil makan camilan yang dibeli di 7 eleven dengan harga ehmmm...kita keliling melihat2 pemandangan tepi laut dan melihat bangunan yang ada seperti clock tower, museum of art hongkong, space museum , kita menghabiskan waktu sambil foto2 . Sekitar 2 jam disini kita kemudian melanjutkan dengan menyelusuri Nathan rd yg tepat berada di sebelah Peninsula hotel. Suasana nathan rd mirip dengan orchard rd di Singapura. Kita lalu melihat2 barang2 souvenir khas hongkong yang murah meriah yang banyak dijual disekitarnya. Setelah membeli beberapa barang yang kecil2 kita lalu berjalan kearah jordan untuk mencari makanan halal karena perut sudah terasa lapar.....
Setelah bertanya sana sini kita lalu menemukan rumah makan halal khas Timur Tengah yang menjual nasi dengan menu kari sapi.....dengan rasa bumbu kari yang minimalis(mungkin disesuaikan dengan lidah hongkong). Satu porsi besar cukup untuk makan bertiga dengan harga plus nasi 30 dollar yah wajarlah dengan porsi jumbo dan termasuk murah...
Daerah Jordan banyak menjual makanan halal mungkin disini banyak komunitas muslim yang memilih menginap di hotel daerah kowloon ini. Terus keatas kita akan menemukan daerah Mongkok yang bagi ingin belanja daerah Mongkok banyak menjual barang elektronik...  kita juga akan menemui mesjid kowloon di daerah ini...
Karena hari menjelang maghrib kita memutuskan untuk pulang ke hotel dengan kereta lagi...

space museum
clock tower
art museum


Hari ke Lima Disneyland, Avenue of Star 2 Juli 2013



Hari ini jadwal untuk pergi ke disneyland....anak2 udah nggak sabar, sebelumnya mereka udah saya ajari untuk mengatur waktu seefisien mungkin. Maklum kita rencananya cuma satu hari berkeliling disitu dan menikmati permainannya, jadi saya katakan pelajari petanya dan tentukan urutan permainannya yang mana didahulukan supaya efisien waktu. Yang terpenting jika ingin melihat sampai habis( pesta kembang api) kita harus sampai malam di situ.
Alhamdulillah anak2 cuma ingin nonton karnaval yang digelar jam 4 sore, jadi kita enggak terlalu malam pulang ke hotel karena rencananya pulang dari disneyland kita ke Avenue of star lagi melihat symphoni of light.....
Dari hotel kita naiik tram ke central stasiun kemudian naik MTR(Mass Transit Railway). Dari stasiun central ini kita mengambil yang jurusan MTR Tung Chung Line yang menuju Sunny bay, begitu sampai di Sunny bay kita bertukar kereta yang kearah disney land. Kereta disneyland gampang ditandai, jendelanya mirip dengan kepala mickey mouse.....
Begitu melihat kereta ini si Ina bersorak kegirangan,...."kak ada gambar mickey mousenya" katanya gembira...Anak2 lalu duduk dengan manis begitu kereta berjalan....

Disneyland terletak di pulau lantau sebuah pulau hasil reklamasi juga....Untuk samapi kemari kita bisa naik taxi, bus, atau MTR terserah mau yang mana....
O ya tiket disneyland juga gampang diperoleh dimana mana di bandara, hotel, atau pesan online kadang lebih murah karena ada discountnya...untuk tiket dewasa yang 1 day dihargai 450 dollar,.....


 naik MTR ke disneyland





disneyland 





O ya bagi kita yang muslim di disneyland tidak disediakan tempat sholat jadinya kita sholat di pelataran taman karena bersih dan tidak ada binatang....terus kalau mau berwudhu kita sediakan air mineral karena seluruh toilet di hongkong kering nggak pake shower, jadi cuma ada sabun cair dan tissue....welleh2.....O ya kalau makan( karena tidak diperbolehkan membawa makanan ke dalam) ada tersedia tempat makan halal..Setelah puas bermain mulai dari toy stories utk anak2, sampai grizzlie gulch dan parade, kita pulang dan singgah di avenue of star karena selesai maghrib akan ada pertunjukan lampu2 dari gedung2 dipinggir victoria harbour....
Dengan kereta kita kembali dan menuju TST setelah tukar kereta di sunny bay, dan sampai di lokasi TST park hampir maghrib...Sambil duduk bersantai dipinggir lautnya dengan menikmati cumi bakar,,,hmmm yummy....kita melihat pertunjukan symphoni of lightnya..... indah dan berkesan.....Satu tips lagi jika ingin kesini sebaiknya sore sehingga sebelum malam kita bisa berkeliling melihat pemandangan yang ditawarkan...(sebenarnya dari sudut seluruh victoria harbour dapat melihat pertunjukan ini) tapi biasanya para turis ke avenue of star ini supaya lebih jelas dan romantis.....
Setelah puas kita lalu pulang karena besoknya kita sudah harus kembali pulang ke rumah.....














Hari ke enam 3 Juli 2013 setelah check out dari Island Pacific hotel dengan shuttle bus yang mengantarkan kita ke hongkong station untuk menaiki airport express kita menuju bandara HKIA untuk kembali pulang ke KL dengan pesawat airasia. Maka selesailah perjalanan kita selama 6 hari 5 malam di Hongkong yang penuh dengan kenangan. Selamat tinggal Hongkong.....semoga besok2 kita bisa kembali lagi.....Terimakasih Air Asia....terbang denganmu membuat impian kita sekeluarga menjadi nyata. I love U....
Ada yang berminat pergi...???Bagikan

Jumat, 31 Juli 2009

Dumai - Kuala lumpur - Bangkok- Pattaya (in the end of the year)


pembaca setia yang budiman,....libur akhir tahun kemarin (2008) saya dan suami sepakat mengadakan tour ala back packer ke negara tetangga Thailand. Maklum saya dan suami sama-sama hobby traveling. Adik saya bertanya kenapa ke Thailand? saya jawab karena saya belum pernah ke sana dan karena nuansa alamnya masih sama dengan negara kita, juga kultur budayanya, masyarakatnya, dan yang penting, makanannya hampir sama dengan selera lidah kita(terutama bagi saya yang muslim tidak sulit mencari makanan halal)...alasan lain,... ya... karena budgetnya tidak sebesar kalau kita melakukan perjalanan ke Eropa atau lainnya. Setelah menyiapkan bekal dan pakaian seefisien mungkin(baca:Mau Berlibur?) kami memulai liburan yang murah meriah ini melalui pelabuhan Dumai menuju Melaka dengan menggunakan ferry. Sesampainya di Melaka kami menginap di Hollytel daerah sekitar pelabuhan dengan biaya kamar RM50. Kamipun tidur dengan melewatkan malam pergantian tahun 2008-2009 di Melaka dengan tidur senyenyak-nyenyaknya...karena kecapekan(sementara di luar penginapan,terompet menyambut malam pergantian tahun berbunyi meriah bersahut-sahutan)....

Melaka- KL-(1 januari 2009)

Tahun baru pertama kali di negeri orang, Malaysia...pagi-pagi sekitar jam 06.00 selesai sholat subuh dengan menggunakan taxi seharga RM15 kami menuju terminal bus dengan tujuan Kuala Lumpur. Ada banyak merk bus yang bisa ke KL tapi yang taripnya murah dan nyaman(berdasarkan pengalaman liburan dulu) adalah transline dengan harga tiket berdua
sekitar RM30. Sekitar 3 jam perjalanan kamipun sampai di KL. Setelah berkeliling di sekitar KL dengan menggunakan kendaraan umum, yang harganya murah tapi fasilitas nyaman,..bisa MRT( kereta antar kota) yang tiketnya sekitar RM1,5 atau Rapid KL bus antar kota RM 1,5 pokoknya murah dan nyaman, kami menghabiskan waktu menunggu jam keberangkatan bus konsorsium yang akan membawa kami ke Hatyai. Jam 21.30 malamnya kami menuju stasiun Pudu Raya tempat segala macam bus dan ke jurusan mana saja. Tepat jam 22.00 kami berangkat menuju Hatyai hanya dengan RM130 berdua.

HATYAI 02 januari 09



Hatyai adalah kota di sebelah selatan Thailand. Daerah yang cuaca dan suasananya mirip dengan KL dan penduduknya juga sebagian etnis Melayu muslim. Tidak susah mencari makanan halal di sini dan komunikasi sebagian masih menggunakan bahasa Melayu. Sebenarnya untuk menuju Hatyai ini kita juga bisa menggunakan kereta atau pesawat dan harganya lagi-lagi juga sesuai dengan fasilitasnya, tidak mahal. Sekitar jam 09.00 pagi kami tiba disini, kemudian sarapan pagi di kedai muslim Salma. Saya dan suami sarapan nasi goreng dan saya tambah memesan roti cane dengan kuah kari. Kemudian menuju hotel di sekitarnya(cukup berjalan kaki karena kami berdua hanya membawa ransel yang tidak memberatkan) Golden Crown Hotel(bintang 3) yang hanya kami booking sampai jam 17,00 sore dengan tarip 70 Bath(tapi fasilitas kamarnya melebihi bintang 3). Sayang memang, kami tidak menginap disini karena kami ingin segera sampai di Bangkok. Setelah istirahat sejenak kami keluar sambil mencari makan siang dan memesan tiket kereta. Di stasiun Hatyai harus pintar-pintar bertanya karena umumnya masyarakat thai tidak biasa(tidak bisa?) menggunakan bahasa Inggris, mereka sangat memegang tradisi juga bahasanya, kalaupun ada lebih baik menggunakan bahasa Melayu. Kami memesan tiket jurusan Bangkok dengan tempat tidur atas 835 Baht dan tempat tidur bawah 905 Baht. Selesai memesan tiket kami kembali ke hotel dan menyiapkan diri untuk perjalanan nanti dan tidur-tiduran sebentar. Sekitar jam 16.00 sore (waktu Bangkok sama dengan WIB) kami check out dari hotel menuju stasiun. Dengan mengendarai tuktuk(sejenis angkot) karena turun hujan kami menuju stasiun dan langsung naik ke dalam kereta menunggu berangkat jam 18.05. Selama menunggu saya melihat lihat peta perjalanan dan suasana sekitar stasiun yang lumayan ramai sementara suami membeli nasi bekal kami makan malam dan sarapan manatau di kereta tidak ada makanan halal, sekedar jaga-jaga. Eh...alhamdulillah jam 17.00 kereta bergerak meninggalkan Hatyai menuju Bangkok. Dimulailah perjalanan ini...

Kereta melewati beberapa kota antara lain Hatyai, Chumphon, Hua Hin, Nakon Pathom, Bangkok, dan ada beberapa stasiun kecil lainnya yang karena malam hari tidak begitu nampak. Makan malam,...aha...ini dia, alhamdulillah si pramugara ternyata memiliki menu halal. Jadilah kami makan malam di kereta dengan lauk sup udang ( tom yam) dan omelet telur ditambah sambal khas thai cabe hijau yang dipotong-potong dan di siram air perasan asam jeruk. Minumannya ada coklat, teh, atau kopi yang disajikan dengan sachet dan sebotol air hangat. Jangan salah ini termasuk bagus untuk ukuran kereta kelas ekonomi. Harganya,..sekitar300 Baht. Oya, ada ayam goreng 2 potong. Selesai makan kami bertanya-tanya dengan salah seorang penumpang orang thai yang ternyata bisa berbahasa melayu. Sementara pemandangan diluar sama seperti di Indonesia tidak ada perbedaan sama sekali, perkebunan karet, rumah-rumah penduduk desa, sawah, dan yang berbeda ada banyak kuil-kuil kecil dan patung budha., kadang di tengah persawahan,... Eh, menjelang malam si pramugara ikut nimbrung pembicaraan kami dan di dalam kereta orang bebas berjualan setiap kereta berhenti di stasiun, dengan dagangannya berupa kue. Terdengar teriakan mereka...meka...meka,...(kalau tidak salah dengar). Begitu jam 20.00 wib petugas mulai menyiapkan tempat tidur dengan menyetel tempat duduk menjadi tempat tidur. Saya kebagian tidur di atas sementara suami di bawah, yah lumayanlah untuk meluruskan pinggang dan memejamkan mata. Tetangga sebelah yang kebetulan bule sudah duluan mengucapkan" good night darling" untuk teman wanitanya(isterinya?) yang orang thai itu. Akhirnya kamipun ikut-ikutan tidur setelah sholat isya di atas tempat tidur, tentunya sambil duduk.
Bangun pagi setelah sholat subuh,kami memesan sarapan,dan menu pagi sama dengan menu makan malam. Sengaja supaya begitu tiba di Bangkok nanti,seandainya belum menemukan rumah makan muslim, perut ini masih bisa diajak kompromi. Maklum kami benar-benar melakukan perjalanan ini sendiri tanpa pemandu, hanya berpedoman peta dan bertanya. Akhirnya jam 11.30 waktu Bangkok kami tiba di stasiun Hualampong. Alhamdulillah,.....


Hualampong Station 03 januari 09

Stasiun ini terletak di pusat kota Bangkok. Suasananya sangat ramai. Sama seperti di Indonesia masyarakat Thai sepertinya gemar naik kereta. Ada banyak jurusan yang ditawarkan baik ke arah Selatan Thailand maupun Utara. Dan jangan salah, dari stasiun ini kita juga bisa menjelajah sampai ke negara-negara lain seperti Kamboja, Laos, atau Vietnam(arah ke Utara) dan Malaysia, Singapore( arah ke Selatan). Kami langsung menuju pusat informasi yang ditunjukkan oleh seorang security stasiun yang lagi-lagi sulit diajak berkomunikasi karena keterbatasannya berbahasa Inggris. Kami naik ke lantai dua dan menemui sebuah agen perjalanan yang merekomendasikan kami bermalam di Swan Hotel daerah kawasan Silom karena daerah itu adalah salah satu kawasan yang memiliki tempat-tempat makanan halal. Kami juga sekaligus ikut paket tour ke Pattaya 1 malam. Di stasiun juga tersedia musholla yang biarpun kecil tapi cukuplah untuk kita bisa menunaikan sholat. Toilet juga ada dan cukup bersih dengan hanya membayar sekitar 3bath saja. Selesai mencari tempat bermalam kami lalu menuju sebuah restoran muslim(tepatnya kedai makan muslim) yang satu-satunya kami jumpai di stasiun ini. Kami lalu makan siang dengan (lagi-lagi ) menu udang. Penjaga sekaligus pramusajinya orang Burma dan makanannya sesuai lidah kita, menunya ada ayam, daging, udang, ikan, dan sambal irisan cabe hijau. Selesai makan dengan menggunakan taksi kami menuju penginapan. Bangkok di siang hari lalu lintasnya sangat ramai. Tapi kita tidak ketemu yang namanya macet. Mungkin karena pemerintahnya sudah menata kota dengan jalan yang begitu bagus sehingga banyak jalan alternatif seperti jalan layang yang bertingkat tingkat sehingga kenderaan dapat ditampung. Tentu saja jalan-jalan di kota Bangkok ini mulus-mulus(maklum selain pertanian, pariwisata adalah sumber pendapatan lain). Sekitar 20 menit kami sampai di Swan Hotel. Alhamdulillah...

Bangkok

Swan Hotel terletak di kawasan Silom, sengaja kami pilih dari beberapa alternatif pilihan yang ditawarkan oleh pihak biro perjalanan. Daerah ini adalah salah satu kawasan yang memiliki beberapa tempat makan muslim, selain Sukhumvit( O ya, kalau dari awal kami tahu adik saudara ipar suami tinggal di daerah sukhumvit tentu kami memilih daerah itu). Di dekat hotel ada sebuah mesjid Haroen Mosque, dan tidak terlalu jauh jika ingin ke tempat-tempat wisata. Ingin wisata air di Chao Praya cukup berjalan kaki saja dari hotel. Kamar hotel termasuk bagus untuk ukuran bintang 3. Sayang tidak ada lift terpaksalah berjalan melalui tangga untuk naik ke kamar. Kami rencanakan 2 malam menginap di sini. sekitar jam 16.00 setelah tidur-tiduran sejenak kami keluar melihat situasi sekitar hotel yang tidak begitu ramai. Kami hanya berjalan kaki melihat-lihat sekitar kawasan sekalian mencari tempat makan. Entah kenapa selama perjalanan tempat makan adalah hal utama yang harus dijelajahi lebih dulu. Maklum, selain kami berdua memang suka makan kami takut kalau-kalau tidak tahu harus makan di mana. Alhamdulillah cuma 20 meteran ada tempat makan nuansa rumahan,Home cuisine Islamic restaurant. Kami lega. Barulah kami melihat-lihat daerah yang lain. Jam 19.00 kami makan malam di Islamic restaurant. Ada banyak macam menu tapi yang istimewa adalah irisan daging yang dimasak dengan kecap dan diberi lada hitam. Suami lagi-lagi memesan omelet telur tapi kali ini dicampur udang. sayurnya hanya irisan timun dan lalapan semacam daun ketumbar atau apa, saya tidak tahu, sebagai makananpenutup kami memesan jus jeruk yang nikmat dan harum sekali baunya. Tidak terlalu mahal jika melihat menunya yang banyak dan enak serta suasananya yang bernuansa hijau bersih dan apik serta nyaman, hanya dengan 300Baht saja. Hmmm....untuk makan malam berdua...
Malamnya kami berencana hanya tidur dan tidak kemana-mana karena lelah selama dalam perjalanan.

Bangkok 04 januari 09

Pagi-pagi selesai sholat subuh kami berbenah untuk city tour. Tapi sebelumnya kami mencari sarapan di seputaran mesjid karena resto tempat kami makan tadi malam, mulai buka jam 09.00 sementara ke tempat lain kami malas. Mau sarapan di hotel kami ragu-ragu dengan masakannya, halal atau tidak ya..? Akhirnya setelah bertanya kami menemukan tempat sarapan di sekitar daerah itu juga yaitu seorang ibu yang berjualan di depan rumahnya dengan menu bubur nasi dengan kuah semacam sop, ada yang udang ada yang ayam. Jadilah untuk mengganjal perut karena kami tidak terbiasa sarapan roti. Semacam bubur ayam mungkin. Saya juga membeli semacam kue apem yang dimasak di bara api. Selesai sarapan dengan berjalan kaki kami ke kawasan Chao Praya, tapi kami tidak berwisata air karena selain saya takut melihat ombak sungai terbesar di Bangkok itu, juga karena taripnya yang mahal sekitar 1500 Baht perorang. Mahal sekali, mungkin kami dikira turis yang banyak uang. Kami juga melihat-lihat pasar pagi di sekitar hotel. Kemudian dengan mengendarai tuktuk kami city tour melihat-lihat kota Bangkok. Jam 12.00 kami kembali ke hotel dan makan siang di tempat biasa. Sorenya kami keliling ke museum nasional dan melihat -lihat istana Raja Bumibol Aduljadej yang dibangun sejak Raja Rama IV, dan berjalan di sekitar pasar catuchak. Sayang karena hari menjelang malam pengawal tidak mengijinkan kami masuk karena sudah jam 05.00 sore tertutup untuk umum. Dari luar saya melihat istana yang warnanya di dominasi kuning keemasan dan di dalamnya terdapat kuil-kuil yang kubahnya menjulang ke atas juga kuning keemasan, terlihat bahwa raja memang dekat dengan rakyatnya sendiri dengan menjadikan istananya sebagai objek wisata terbuka untuk umum. Hari semakin gelap dan kami memutuskan untuk pergi ke suan lump plaza, yaitu semacam pasar malam yang menjual aneka barang kerajinan dan makanan khas Thai yang tempatnya juga hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan taxi. Sebab esoknya kami akan berangkat menuju Pattaya dan saya ingin membeli beberapa cenderamata sekedarnya untuk oleh-oleh. Sebenarnya saya juga ingin ke central market dan fruit market, namun sayang tidak ada waktu mengingat kami juga akan bermalam di Pattaya dan pulangnya juga merencanakan lewat darat. Kami tiba di suan lump market sekitar pukul 19.00 malam dengan harga taksi 200 Baht. Mahal memang, mungkin karena hari sudah malam. Setelah menukarkan uang di money changer disekitarnya saya membeli beberapa tas kerajinan tangan dan beberapa potong kain sutra thai yang harganya lumayan murah. Suasananya seperti bazar, dan tertulis memang suan lump bazaar, ada banyak tempat jajanan seperti gerai dengan kursi-kursi di alam terbuka. Semacam panggung didirikan sebagai tempat band-band lokal menghibur penonton yang sedang menikmati makanan. Disediakan juga televisi ukuran besar di sudutnya. Kami tidak makan di situ karena setelah melihat-lihat tidak ada makanan halal. Akhirnya kami kembali ke hotel dan makan malam di tempat biasa, Islamic restaurant. Jam 21.00 kami pun tidur dengan nyenyak karena besok harus bersiap-siap berangkat ke Pattaya.

Pattaya 4 januari 09

Pagi hari sekitar jam 08.00 kami check out dari hotel setelah menginap 2 malam. Dengan taxi kami diantar ke tempat van yang akan membawa kami ke Pattaya. Kami menunggu sekitar 1 jam setelah ke 8 orang yang sama tujuannya datang. Jam 09.00 kami berangkat. Sepanjang jalan saya dan suami hanya diam saja karena yang ke 6 orang tersebut wisatawan asing sehingga malas untuk ngobrol. Mobil melewati jalan tol yang lurus dan lebar serta mulus. Cuaca saat itu panas dan setelah sekitar 2 jam kami berhenti di pool yang terdapat tempat makan dan mini market. Kami istirahat sebentar sekitar 20 menit berganti sopir, dan minum-minum. Saya dan suami tidak minum hanya saya membeli 2 bungkus roti dan kacang serta air mineral yang kemasan halal untuk diperjalanan. Kami melanjutkan perjalanan yang melewati beberapa kawasan ladang pertanian dan kebun. Hampir 5 jam perjalanan kamipun tiba. Memasuki Pattaya city kami disambut pemandangan banyaknya real estat dan pertokoan yang dibangun. Tak ketinggalan gapura dan foto sang raja yang besar menjadi atribut pemandangan setiap sudut kita jumpai. Semarak, ramai dan panas itu kesan pertama yang saya jumpai. Padahal hari masih siang apalagi malam ya,...
Kami diantar ke pool dan diturunkan, kemudian beberapa wisatawan itu naik mobil lain dengan arah berbeda, dan kami kemudian diantar menuju Beverly hotel sekitar 300 meter dari kawasan walking street pinggir pantai. Setelah istirahat dan tidur,sekitar jam 17.00 sore kami turun dari kamar dan berjalan kaki di seputar kawasan kotanya, sambil mencari tempat makan. Ternyata banyak tempat makan, ada beberapa restoran Timur Tengah, Iran, India, dan Asia lainnya. Tentu saja masakan ala Eropa dan fast foodnya Amerika banyak di sini. Kami menemukan rumah makan India muslim dan makan dengan kari. Suami dengan menu kesayangannya martabak telur. Alhamdulillah....
Pantai di sore hari sangat ramai. Suasananya mirip pantai kuta, hanya di sini penuh bunga dipinggiran pantainya. Sepanjang kawasan walking street penuh dengan toko-toko suvenir, kaos, tas, macam-macam. Ada juga yang di kaki lima berjualan, umumnya kaset dan CD ....(adult only) dijual bebas tanpa takut dirazia satpol/kamtibmas seperti di negara kita. Hampir semua toko diskon besar-besaran dan barang dijual murah. Tapi karena kami tidak berniat untuk shopping kami hanya membeli sedikit untuk oleh-oleh. Kaos merk lacoste(yg tiruan tentunya) hanya dijual 250 Baht dengan perbandingan saat itu 1 Baht=Rp300. Murahkan?
Pantai berpasir putih dan banyak perempuan yang menjajakan gorengan sea food. Kalau capek tempat pijat bertaburan dengan harga murah dan karena tahun baru(mungkin) selalu menawarkan diskon sampai 75%. Ada banyak panorama yang ditawarkan di sini, scuba diving, bungy jumping, dan wisata air lainnya. Malam makin ramai dan pub-pub mulai dibuka ada yang gratis dengan pertunjukan thai boxingnya ada juga pertunjukan tertutup seperti kabaret. Kami sekedar melihat-lihat saja. Makin larut makin meriah suasananya, dan kamipun beranjak pulang ke hotel karena besok harus sudah check out pagi-pagi. Sampai di hotel sudah jam 21.30 mau nonton tv ngantuk akhirnya kami tidur...

Pattaya-Bangkok 05 Januari 09

Jam 06.00 pagi kami kembali ke pantai dan menemukan suasana pantai pagi hari yang sepi. Ada 2 orang turis sedang jalan pagi dan 2 orang waria yang mungkin baru saja keluar dari club, udaranya segar dan saya melihat toko-toko semua tutup setelah buka sepanjang malam. Setelah foto-foto secara sembunyi-sembunyi, karena dilarang membawa camera, kami lalu membeli kentang goreng, dan kembali ke hotel untuk sarapan. Apa daya karena belum ada satu resto muslim yang buka sepagi itu. Dengan bismillah saya makan 2 potong roti dan segelas teh manis panas ditambah orange jus. Suami cukup dengan sarapan jagung manis dengan susu ditambah parutan keju. jam 08.00 jemputan datang kamipun berangkat pulang. Di dalam van lagi-lagi kami hanya bicara sekedarnya karena penumpang yang lain turis dari jerman dan kami ingin menikmati suasana sekitar. Rasanya perjalanan pulang terasa lebih singkat, dan setelah beberapa jam salah seorang dari mereka diturunkan di bandara svarnabumi. Wah, lokasinya luas sekali,...katanya sih termasuk bandara terbesar di dunia juga. Jam 14.00 kami tiba kembali di Bangkok. Kami langsung minta diantarkan ke stasiun hualampong karena kami harus langsung menuju Hatyai. Sebenarnya suami mengajak pulang dengan pesawat sampai KL. Tapi saya ingin menikmati kebersamaan perjalanan ini lebih lama berdua saja tanpa diganggu anak-anak. Akhirnya kami sepakat dengan catatan harus sudah sampai di Dumai tanggal 07 karena besoknya suami harus masuk kerja kembali. Setelah memesan tiket dan lebih murah 200Baht dibandingkan pergi kemarin, kami lalu makan siang serta sholat di situ. Kereta berangkat jam 15.35 dan saya sempat membeli beberapa kaus disekitar situ dengan harga 80 Baht saja perbuahnya. Murah dan bagus lagi. Saya dan suami lalu naik ke kereta dan kereta meninggalkan Bangkok. Saya menikmati perjalanan ini dan tak terasa hari menjelang malam dan petugas mulai menyiapkan tempat tidur kembali, dan kali ini saya tidur di bawah, suami di atas. Setelah hampir 18 jam kamipun tiba kembali di stasiun Hatyai.

Hatyai-Kuala Lumpur -Melaka 06 januari 09

Alhamdulillah, kereta tiba tepat waktu pukul 09.00 pagi, kamipun langsung menuju loket bus konsorsium dan setelah meletakkan barang bawaan kami lalu sarapan. Jam 09.30 bus bergerak meninggalkan Hatyai menuju Kuala Lumpur. Sekitar 3 jam perjalanan sebelum memasuki daerah perbatasan bus berhenti sebentar untuk makan siang dan memberikan kesempatan bagi yang ingin sholat dzuhur. Kami turun dan makan bakso kuah bihun yang rasanya segar karena asamnya terasa, serta roti cane kuah kari. Selesai sholat bus kembali bergerak dan tiba di daerah Bukit kayu Hitam yaitu border area, daerah perbatasan Thailand dengan Malaysia. Penumpang semua turun untuk pemeriksaan keimigrasian dan ransel serta bawaan yang lain. Ada sekitar 20 menit kamipun meninggalkan kawasan itu dan bergerak lewat jalan tolnya yang mulus serta pemandangannya yang indah apalagi begitu memasuki kawasan Ipoh dengan pegunungannya yang indah. Malaysia sama dengan Indonesia sibuk membangun kawasan perumahan yang hampir menjadi pemandangan selama perjalanan. Sekitar jam 17.30 sore kami tiba di Kuala Lumpur dan langsung menuju stasiun bus pudu raya untuk segera berganti bus menuju Melaka. Sekitar jam 19.30 bus bergerak meninggalkan KL menuju Melaka. Alhamdulillah, sekitar jam 22.00 kamipun tiba di Melaka dengan selamat dan langsung menuju hollytel dengan menggunakan taksi. Sampai di kamar setelah meletakkan bawaan kami turun untuk makan malam.

Melaka 07 januari 09

Pagi harinya kami berkemas-kemas meninggalkan penginapan menuju pelabuhan dengan berjalan kaki setelah sebelumnya sarapan pagi disekitar pelabuhan. Penjualnya orang Indonesia yang menetap disitu. Di Melaka banyak makanan enak, seperti ikan asam pedas dengan sambal mangga mudanya. Gulai telur ikan terubuk dan makanan khas melayu lainnya. Akhirnya sekitar jam 09.00 pagi ferry yang kami tumpangi berangkat membawa kami kembali ke Dumai. Di atas Ferry hanya sedikit penumpang, mungkin karena bukan hari weekend sehingga saya dan suami bebas menempati kursi. Saya lalu naik keatas dan memilih duduk di anjungan menikmati pemandangan dari atas ferry yang terbuka, sambil membayangkan perjalanan kami yang sangat saya nikmati. Masih terdengar sayup-sayup teriakan si penjual kue di atas kereta menuju Bangkok,..meka....meka...nye...kap....Mungkin esok hari kalau ada rejeki saya ingin mengulang perjalanan ini dengan anak-anak tentunya. Kalau saya sendiri mungkin saya akan memilih perjalanan lewat udara karena lebih efisien dan tentu saja tidak melelahkan. Ada yang ingin melakukan perjalanan ini lewat darat? Semoga bermanfaat bagi yang hobby traveling,....dan rasakan sensasi kenikmatan perjalanannya....